Kendari - Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Dr. Ir. Hugua, M.Ling., menghadiri sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan Simposium Kebangsaan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK) yang digelar di Aula UMK, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Sultra dan Masa Depan Pembangunan Berkelanjutan” ini juga menghadirkan beberapa narasumber lain untuk memperkaya khazanah keilmuan, yaitu Wakil Ketua Komite II DPD RI, La Ode Umar Bonte, S.E., serta Dirbinmas Polda Sultra, Kombes Pol. Suharman Sanusi, S.I.K.
Dalam paparannya, Wakil Gubernur menjelaskan dinamika pembagian kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah. "Pemerintah pusat memberikan kewenangan hanya 10 persen kepada pemerintah daerah di seluruh Indonesia, sedangkan 90 persen sisanya dimiliki pemerintah pusat. Salah satu contohnya di sektor pertambangan, pemerintah daerah hanya memiliki kewenangan kecil. Ketika terjadi masalah lingkungan, daerah hanya bisa memberikan rekomendasi karena penindakannya ada di pusat. Itulah konsekuensi komitmen kita dalam berbangsa dan bernegara," ungkap Hugua.
Selain itu, ia memberikan pesan mendalam dan motivasi kepada para mahasiswa yang hadir agar fokus menyiapkan kapasitas diri dalam menghadapi perkembangan zaman. "Saudara-saudara mahasiswa, jangan terlalu menyibukkan diri mengurusi hal-hal di luar diri kita. Pikirkan dan persiapkan diri Anda untuk menghadapi tantangan ke depan, sebab era ini membutuhkan orang-orang yang mampu mengendalikan dan menguasai teknologi," tegas Wagub.
Ia juga memaparkan analisis pergeseran pusat peradaban dunia serta potensi strategis Sulawesi Tenggara pada masa mendatang. "Dahulu pusat peradaban dunia berada di Eropa, lalu bergeser ke Asia, tepatnya di Cina, Korea, Jepang, dan sekitarnya. Pada tahun 2045 mendatang, peradaban itu diperkirakan bergeser ke Indonesia. Masa depan Indonesia itu ada di Sulawesi Tenggara. Pertanyaan pentingnya, di mana peran Anda pada tahun 2045 nanti?" lanjutnya.
Menurut Hugua, Sultra memiliki kekayaan sumber daya energi, hasil pertanian, dan perikanan yang melimpah. Secara geografis, Sultra terhubung dengan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III yang merupakan jalur perairan internasional strategis penghubung negara-negara Asia Timur dengan Pasifik, Australia, dan Amerika.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor III UMK, Dr. Yusuf, S.Pd.I., M.Pd.I., menekankan pentingnya sinergi antara akademisi dan pemerintah dalam memajukan daerah. "Bicara tentang pembangunan di Sultra, kita tidak bisa menyerahkan seluruh beban tanggung jawab kepada pemerintah saja. Mahasiswa sebagai agen perubahan masa kini dan masa depan harus mengambil peran aktif serta memberikan kontribusi positif agar keberlanjutan pembangunan dapat terwujud," ujar Wakil Rektor.
Sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi pemikiran dan keilmuan yang diberikan, usai sesi diskusi interaktif yang berlangsung hangat dan dipenuhi antusiasme pertanyaan dari para peserta, pihak sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Kendari kemudian menyerahkan cinderamata secara simbolis kepada jajaran narasumber, yang diakhiri dengan sesi foto bersama.