Baubau - Pemerintah Kota Baubau secara resmi membuka Musyawarah Lokal (Muslok) ke-VI Organisasi Amatir Radio Indonesia (ORARI) Lokal Kota Baubau, Daerah Sulawesi Tenggara, yang diselenggarakan di Aula Kantor Pemberdayaan Perempuan Kota Baubau pada Sabtu (03/10/2026). Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda, kepala OPD terkait lingkup Pemkot Baubau, pengurus ORARI Kota Baubau.
Musyawarah Lokal ke-VI ini mengusung tema "Mewujudkan ORARI Lokal Kota Baubau yang Solid, Adaptif, dan Berdaya Guna dalam Pengembangan Komunikasi Radio Amatir". Tema tersebut diapresiasi langsung oleh Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, S.E yang diwakili staf ahli bidang pemerintahan, politik dan hukum sekretariat daerah Kota Baubau Dr Moh Tasdik, SH, M.Si.
Dalam sambutannya, staf ahli bidang pemerintahan, politik dan hukum Dr Moh Tasdik, SH, M.Si mengatakan, ditengah derasnya arus informasi berbasis internet, radio amatir tetap kokoh, relevan, dan memegang peranan krusial bagi daerah. Tiga pilar utama dalam tema kegiatan diuraikan sebagai fokus pengembangan organisasi ke depan yakni Solid dimana ORARI bukan sekadar tempat menyalurkan hobi, melainkan keluarga besar yang membutuhkan fondasi internal kuat dan persatuan agar roda organisasi berjalan maksimal.
Kemudian adaftif dimana diera disrupsi teknologi, ORARI diharapkan mampu beradaptasi, memadukan teknologi radio konvensional dengan inovasi digital, serta aktif melakukan regenerasi bagi generasi muda. Serta berdaya guna dimana mengingat karakteristik wilayah Baubau yang dinamis dan berkarakter kepulauan, ORARI diakui sebagai mitra strategis pemerintah untuk cadangan komunikasi darurat, khususnya menjangkau wilayah tanpa sinyal seluler demi keselamatan masyarakat.
Menurutnya, selain peran teknis komunikasi kebencanaan, pihaknya juga menitipkan pesan moral agar seluruh anggota ORARI menjadi agen penjaga kedamaian di ruang publik udara. Anggota amatir radio diminta menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks serta merawat toleransi di tengah keberagaman masyarakat Kota Baubau.
Di akhir sambutan, Moh Tasdik berharap momentum musyawarah ini mampu melahirkan kepengurusan baru yang solid serta merumuskan program kerja terstruktur demi mendukung akselerasi pembangunan Kota Baubau sebagai kota budaya yang ramah, cerdas, sejahtera, dan bermartabat.