Baubau - Pemerintah Kota Baubau secara resmi membuka Kejuaraan Panahan dan Bulu Tangkis Tingkat Kota Baubau Tahun 2026 di gedung maedani Kamis (09/07/2036). Ajang olahraga bergengsi ini digelar sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta menjaring bibit-bibit atlet berprestasi di wilayah Kota Baubau.
Dalam sambutannya, Wali kota Baubau yang diwakili Sekda Kota Baubau La Ode Darus Salam, S.Sos, M.Si memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pelaksana, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Baubau, KONI Kota Baubau, serta jajaran pengurus cabang olahraga (cabor) terkait atas kolaborasi lintas sektor yang solid sehingga kegiatan ini dapat terwujud."Salah satu tujuan pembangunan nasional adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, meliputi mental dan fisik. Semua itu tentu dapat kita olah, salah satunya melalui dunia olahraga termasuk cabang olahraga panahan dan bulu tangkis," ujarnya.
Ditambahkan, penggabungan dua cabor ini sangat tepat karena keduanya membutuhkan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa. Olahraga panahan dinilai melatih ketenangan, fokus yang tajam, serta akurasi tinggi.Sementara itu, bulu tangkis atau badminton menuntut kecepatan, refleks, dan daya juang pantang menyerah.
Sekda Kota Baubau berharap melalui kompetisi ini, dapat membentuk karakter generasi muda yang disiplin, sportif, tangguh, dan bermental pemenang. Selain itu, dari lapangan panahan dan bulu tangkis akan lahir atlet-atlet andalan baru yang diharapkan mampu membawa nama harum Kota Baubau ke tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional.
Lebih lanjut dijelaskan, kejuaraan tingkat Kota Baubau ini bukan sekadar ajang rekreasi biasa, melainkan instrumen penting untuk memetakan dan menjaring bakat-bakat lokal yang terpendam.
La Ode Darus Salam mengimbau seluruh peserta untuk selalu menjaga rasa kebersamaan dan menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurutnya, esensi dari sportivitas adalah kemampuan menghargai keunggulan lawan serta berlapang dada menerima kekalahan, di samping wajib menaati semua peraturan pertandingan yang telah disepakati.
Tak lupa, pesan tegas juga ditujukan kepada para pengadil lapangan.Sekda meminta para wasit dan juri untuk memimpin jalannya kejuaraan dengan profesional, objektif, dan seadil-adilnya karena integritas mereka merupakan kunci utama dari kualitas kejuaraan ini.