Kendari – Kapolda Sulawesi Tenggara Irjen Pol. Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. membuka kegiatan Pembinaan Teknis (Bimtek) Manajemen Risiko dalam rangka Peningkatan Kapabilitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Satker Jajaran Polda Sultra Tahun Anggaran 2026 di Aula Dhacara Polda Sultra, Selasa (7/7/2026). Kegiatan ini diikuti Wakapolda Sultra Brigjen Pol. Budi Hermawan, S.I.K, Irwasda Polda Sultra Kombes Pol Johanes Pangihutan Siboro, S.H., S.I.K., M.H, para Pejabat Utama Polda Sultra, Kapolres jajaran secara daring, serta operator manajemen risiko tingkat Polda, Polres, dan Polsek.
Dalam sambutannya, Kapolda Sultra menegaskan bahwa penerapan manajemen risiko merupakan bagian penting dalam mewujudkan tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Menurutnya, setiap satuan kerja harus mampu mengidentifikasi berbagai potensi risiko sejak dini, sehingga setiap program, kebijakan, maupun pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan secara efektif serta mendukung peningkatan kualitas kinerja institusi Polri.
Kegiatan menghadirkan narasumber dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara yang memberikan pembekalan mengenai kebijakan dan regulasi manajemen risiko, konsep dasar serta prinsip manajemen risiko, teknik identifikasi, analisis dan evaluasi risiko, penyusunan peta risiko, hingga penyusunan risk register, strategi mitigasi, serta pengendalian risiko dalam organisasi.
Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan bahwa Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) menjadi fondasi utama dalam mencapai tujuan organisasi melalui lima unsur pengendalian, yakni lingkungan pengendalian, penilaian risiko, kegiatan pengendalian, informasi dan komunikasi, serta pemantauan. Melalui penerapan manajemen risiko yang sistematis, setiap satuan kerja diharapkan mampu meminimalkan potensi hambatan sekaligus mengoptimalkan peluang untuk mencapai sasaran strategis organisasi.
Kegiatan Bimtek dijadwalkan berlangsung selama dua hari. Pada hari kedua, peserta akan dibagi ke dalam lima kelompok sesuai sasaran strategis Polda Sultra, meliputi bidang Harkamtibmas, penegakan hukum, pengembangan SDM, infrastruktur strategis kepolisian, serta tata kelola yang bersih, transparan, dan akuntabel. Masing-masing kelompok akan menyusun profil risiko pada tingkat satuan kerja yang selanjutnya dipaparkan dan dievaluasi bersama para narasumber sebagai langkah penguatan implementasi manajemen risiko di lingkungan Polda Sulawesi Tenggara.