KENDARI — Badan meteorologi dan pemantauan lingkungan mengimbau masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) beserta ancaman paparan asap. Berdasarkan hasil pantauan satelit VIIRS dan MODIS periode 7 hingga 12 Oktober 2026, tercatat total 1.644 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Sulawesi Tenggara.
Dari total keseluruhan data tersebut, rata-rata sebaran harian mencapai 274 titik panas per hari. Lonjakan tertinggi terjadi pada tanggal 10 Oktober dengan jumlah mencapai 348 titik, sementara angka terendah tercatat pada 8 Oktober sebanyak 207 titik.
Berdasarkan pemetaan wilayah, terdapat enam kabupaten/kota yang mencatatkan jumlah titik panas terbanyak di Sulawesi Tenggara, yakni:
* Kabupaten Konawe: 379 titik
* Kabupaten Buton: 267 titik
* Kabupaten Bombana: 202 titik
* Kabupaten Konawe Selatan: 133 titik
* Kabupaten Kolaka Timur: 118 titik
* Kabupaten Muna: 115 titik
Melihat tingginya intensitas kemunculan titik panas ini, pihak berwenang mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pembersihan atau pembakaran lahan secara sembarangan. Langkah pencegahan ini sangat krusial guna menekan potensi timbulnya kebakaran yang lebih luas.
Selain itu, masyarakat yang berada di daerah terdampak sebaran asap dianjurkan untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna meminimalkan risiko gangguan pernapasan.