Tindak Lanjuti Antrean Panjang dan Kelangkaan Pertalite, Pemkot Baubau Bersama Forkopimda Sidak SPBU 

Dipost Tanggal : 30-10-2026
Admin Lintas21
Tindak Lanjuti Antrean Panjang dan Kelangkaan Pertalite, Pemkot Baubau Bersama Forkopimda Sidak SPBU 
Wali kota Baubau saat sidak di SPBU

 

Baubau - Pemerintah Kota Baubau bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengambil langkah cepat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) menindaklanjuti kelangkaan dan tingginya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite di tingkat pengecer di beberapa SPBU diantaranya SPBU H Karim, SPBU depan Lippo Plaza, SPBU depan SMAN 2 Baubau pada Jumat (30/10/2026).

Sidak yang dipimpin langsung Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE didampingi Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu,M.Sc dan Sekda Kota Baubau bersama Forkompinda tersebut merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi bersama pihak Forkompinda yang digelar pada Kamis (29/10/2026) menyikapi keluhan masyarakat terkait antrean panjang di SPBU dan harga Pertalite eceran yang melambung.

Wali Kota Baubau, H. Yusran Fahim, SE, dalam keterangan persnya mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan Jumat (30/10/2026), situasi sudah mulai berangsur normal."Alhamdulillah, kondisi sudah mulai normal. SPBU sudah membuka layanan lebih awal sejak pukul 06.00 WITA, sehingga antrean lebih terkendali," ujarnya.

Ditambahkan, kebijakan buka lebih awal ini diambil untuk memastikan distribusi BBM subsidi tepat waktu dan mengurangi penumpukan kendaraan. Pemerintah berharap keterjangkauan harga dan pelayanan di SPBU dapat terus terjaga.

Terkait maraknya penimbunan dan harga tidak wajar di tingkat pengecer, Yusran Fahim menegaskan pemerintah saat ini masih dalam tahap imbauan persuasif.Namun, pihaknya memberi batas waktu 1 hingga 2 hari ke depan. Jika kondisi tidak membaik, Pemkot bersama aparat penegak hukum akan mengambil tindakan tegas.

"Kami masih mengimbau para pelaku usaha pengecer. Jika 1-2 hari ke depan masih sama, akan kita selesaikan persoalan pada pengecer-pengecer yang melanggar," mtegasnya.

Menurutnya, rantai pasok antara penyalur dan pengecer harus seimbang. Pihaknya menyoroti adanya laporan praktik pengepulan di mana hak subsidi masyarakat justru dinikmati oleh pengepul.

"Jangan sampai hak subsidi masyarakat diambil oleh pengepul. Aturannya sedang kita tegaskan agar subsidi tepat sasaran. Jika imbauan tidak diindahkan, rantai distribusi yang bermasalah akan kita putus. Penindakan terhadap penyalur utama juga tetap menjadi perhatian serius," tambahnya.

Sementara itu, ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc, menyoroti persoalan lain yang tak kalah penting, yakni penyalahgunaan barcode BBM subsidi.

Pasalnya , banyak keluhan warga yang jatah subsidi BBM-nya sudah terpakai oleh pihak lain padahal belum melakukan pengisian."Barcode BBM subsidi itu sifatnya rahasia, ibarat PIN kartu ATM. Jangan disebarluaskan, jangan difoto dan dikirim sembarangan," imbau Hamsinah Bolu.

Wakil Wali Kota Baubau ini meminta pemilik kendaraan menjaga kerahasiaan barcode miliknya agar tidak disalahgunakan oleh oknum yang tidak berhak.Selain itu, menginstruksikan petugas SPBU untuk wajib mencocokkan barcode dengan pelat nomor kendaraan yang datang mengisi.

"Idealnya harus dicocokkan. Tapi kami memahami, dalam kondisi antrean padat dan hiruk-pikuk, kadang pemeriksaan tidak optimal. Celah inilah yang dimanfaatkan oknum. Karena itu, kesadaran pemilik kendaraan untuk menjaga barcode-nya sangat penting," pungkasnya. 

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.