KONAWE SELATAN – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Komite I, Dr. H. MZ. Amirul Tamim, M.Si., memfasilitasi organisasi nonpemerintah RI-Planet dalam mengembangkan program kemanusiaan dan lingkungan di Sulawesi Tenggara. Program tersebut berfokus pada isu karbon dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan daerah yang berkelanjut
Amirul Tamim mengatakan, Sulawesi Tenggara bersama Kalimantan Utara ditetapkan sebagai wilayah percontohan atau pilot project program RI-Planet di Indonesia. Program tersebut telah berjalan selama kurang lebih satu tahun, dengan melibatkan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan.
Namun, dalam pelaksanaannya, program tersebut menghadapi kendala administratif, terutama terkait dukungan pemerintah yang masih berada pada tingkat kabupaten dan belum sepenuhnya memperoleh dukungan dari pemerintah provinsi.
“Beberapa hari terakhir terlihat ada kendala administrasi. Dukungan pemerintah yang ada baru sampai tingkat kabupaten, sementara dukungan dari provinsi masih ditunggu. Karena itu, kami di DPD RI berupaya memfasilitasi agar kendala ini bisa dicarikan jalan keluarnya,” ujar Amirul Tamim.
Menurutnya, langkah fasilitasi tersebut sejalan dengan visi DPD RI mengenai Green Democracy atau demokrasi hijau. Ia menegaskan, proses demokrasi dan pembangunan harus tetap berjalan, tetapi tidak boleh mengabaikan kelestarian lingkungan serta keberlanjutan kehidupan manusia pada masa mendatang.
“Demokrasi silakan berjalan, tetapi jangan sampai menjadi beban bagi manusia ke depan. Aspek lingkungan harus menjadi perhatian dalam setiap proses pembangunan,” tegasnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Amirul Tamim mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Bupati Bombana, para kepala desa, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan Bupati Konawe Selatan untuk membahas dukungan terhadap pelaksanaan program RI-Planet di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, kedua pemerintah kabupaten menunjukkan respons positif terhadap program yang mengedepankan kepedulian terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Selain itu, perwakilan dari Inggris turut hadir dalam kegiatan tersebut untuk memberikan apresiasi kepada Bupati Bombana dan Bupati Konawe Selatan atas komitmen bersama dalam mendukung pembangunan daerah dan pelaksanaan program lingkungan.
Kehadiran perwakilan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara organisasi, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan dalam mendorong program kemanusiaan serta pelestarian lingkungan.
Amirul Tamim menegaskan, sebagai wakil masyarakat Sulawesi Tenggara di tingkat pusat, dirinya memiliki tanggung jawab untuk menjembatani kebutuhan daerah, termasuk membantu mengatasi hambatan administratif yang dapat memengaruhi pelaksanaan program strategis.
“Sebagai wakil masyarakat Sulawesi Tenggara, tugas saya adalah memfasilitasi dan menjembatani kepentingan daerah agar program yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.
Melalui fasilitasi tersebut, diharapkan koordinasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, dan pihak terkait dapat semakin kuat sehingga program RI-Planet dapat terlaksana secara optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kelestarian lingkungan di Sulawesi Tenggara.