Kendari - Balai Wilayah Sungai (BWS) Wilayah IV Sulawesi Tenggara menggelar acara penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dan Berita Acara Serah Terima (BAST) hibah kegiatan Instruksi Presiden (Inpres) No. 2 Tahun Anggaran 2025. Agenda penting ini berlangsung di Kantor BWS Wilayah IV Sulawesi Tenggara, Kendari pada Kamis (29/10/2026), dengan dihadiri langsung oleh Wali Kota Baubau bersama Bupati Konawe Kepulauan.
Dalam laporan pelaksanaannya, Kasatker Pembangunan BWS Wilayah IV, Agus Salim menyampaikan, pembangunan infrastruktur jaringan irigasi air tanah (JIAT) ini sejalan dengan program Asta Cita Presiden menuju kemandirian dan swasembada pangan nasional. Seluruh proses integrasi data dan perencanaan dijalankan melalui aplikasi Sipuri, yang merupakan hasil sinergi lintas kementerian/lembaga: Bappenas, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Kementerian Pertanian, serta Kementerian Keuangan.
Khusus wilayah Kota Baubau, realisasi penanganan fisik mencakup pembangunan 3 unit JIAT (2 unit di Kampeonaho dan 1 unit di Kaisabu), optimalisasi Bendungan Wonco 1, 2, dan 3, hingga pembangunan jalan usaha tani. Total nilai investasi yang diserahterimakan mencapai Rp8.857.500.000.
Sementara itu, Kepala BWS Wilayah IV Sulawesi Tenggara, Muhammad Harliansyah, menegaskan pentingnya komitmen pasca-konstruksi dari pemerintah daerah penerima manfaat."Salah satu syarat mutlak serah terima hibah ini adalah surat pernyataan kesiapan Operasi dan Pemeliharaan (O dan P). Ini menjadi tanggung jawab penuh kepala daerah demi memastikan keberlangsungan dan fungsi jangka panjang jaringan irigasi air tanah yang telah dibangun," ujar Harliansyah.
Kabar baik turut disampaikan Kepala Balai Harliansyah terkait keberlanjutan program pengairan di Baubau. Pada Tahun Anggaran 2026, alokasi anggaran pembangunan jaringan irigasi untuk Kota Baubau diproyeksikan melonjak signifikan hingga menyentuh angka sekitar Rp20 miliar.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE menyampaikan apresiasi dan terima kasih mendalam atas kemitraan strategis yang terbangun solid dengan BWS Wilayah IV. Dukungan infrastruktur air dinilai krusial dalam mendongkrak produktivitas sektor pertanian lokal.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini juga mengusulkan intervensi penanganan lanjutan terhadap tantangan hidrologi di wilayahnya. Selain itu, agar pihak balai dapat memperluas bantuan melalui skema pompanisasi untuk mengantisipasi bencana kekeringan, serta percepatan program rehabilitasi tanggul-tanggul sungai di kawasan Kota Baubau guna meminimalisasi risiko luapan banjir ke pemukiman dan lahan garapan warga.