Baubau - Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc membuka secara resmi Simposium Budaya Buton di Tamimu Ballroom, Kota Baubau, Rabu (28/10/2026).
Simposium yang dihadiri tokoh adat, akademisi, pemerhati budaya, dan tamu undangan tersebut mengusung tema “Benteng Wolio Kesultanan Buton: Melestarikan Warisan, Memajukan Diplomasi Budaya, dan Membangun Dukungan Global Menuju Warisan Dunia UNESCO”.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc menyampaikan selamat datang kepada seluruh peserta. Pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi untuk membawa kebudayaan Buton ke tingkat internasional.
“Atas nama Pemerintah Kota Baubau, saya menyampaikan selamat datang di Kota Baubau. Kehadiran Bapak, Ibu, dan saudara sekalian merupakan sebuah kehormatan bagi kami untuk terus memperjuangkan kebudayaan Buton agar tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga memperoleh tempat yang semakin kuat dalam percaturan kebudayaan dunia,” ujarnya.
Ditambahkan, kebesaran suatu bangsa ditentukan dari cara masyarakatnya memperlakukan sejarah dan nilai-nilai luhur leluhur. Menurutnya, pembangunan masa depan harus berjalan beriringan dengan pelestarian sejarah.
“Bangsa yang besar bukan hanya bangsa yang mampu membangun masa depan, tetapi juga bangsa yang mampu menghormati, merawat, dan memperkenalkan warisan masa lalunya kepada dunia,”ungkapnya.
Pemerintah Kota Baubau jelas Wakil Wali Kota Baubau telah menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelestarian kebudayaan Buton dan mendukung pengusulan Benteng Wolio Kesultanan Buton sebagai Warisan Dunia UNESCO.
“Melalui forum ini, saya ingin menegaskan bahwa Pemerintah Kota Baubau memiliki komitmen untuk terus memperkuat pelestarian kebudayaan Buton. Semoga forum ini menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi budaya Buton dalam peta warisan budaya dunia,” tutupnya.
Wa Ode Hamsinah Bolu berharap Penyelenggaraan simposium menghasilkan langkah konkret serta sinergi diplomasi budaya untuk mengawal Benteng Wolio hingga diakui secara resmi sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO.