Tembus Pasar China dan Malaysia, Sultra Ekspor Perdana 1.027 Ton Tepung Tapioka dan Minyak Kelapa

Dipost Tanggal : 11-09-2026
Admin Lintas21
Tembus Pasar China dan Malaysia, Sultra Ekspor Perdana 1.027 Ton Tepung Tapioka dan Minyak Kelapa
Gubernur dampingi kepala Balai Karantina saat pelepasan ekspor

Kendari - Komoditas pertanian Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai memperluas jejaknya di pasar internasional. Untuk pertama kalinya, produk pertanian Sultra dilepas secara langsung menuju negara tujuan ekspor, menandai langkah baru daerah dalam memperkuat hilirisasi sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil produksi masyarakat.

Pelepasan ekspor perdana secara langsung komoditas pertanian Sultra tersebut dihadiri Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, bersama Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., di PT Agri Cassava Makmur, Landono, Konawe Selatan, Kamis (10/9/2026).

Pada momentum tersebut, PT Agri Cassava Makmur mengekspor 900 ton tepung tapioka senilai Rp7,3 miliar menuju China, sedangkan PT Sofi Agro Industri mengekspor 127 ton minyak kelapa senilai Rp3,6 miliar ke Malaysia.

Gubernur Andi Sumangerukka menyebut ekspor perdana secara langsung ini bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi menjadi momentum strategis yang menunjukkan bahwa komoditas hasil pertanian Sultra mampu diolah dan bersaing di pasar global.

“Ini merupakan momentum yang sangat penting, strategis, dan membanggakan bagi Provinsi Sulawesi Tenggara,” kata Gubernur.

Ekspor langsung tersebut juga memperlihatkan semakin kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendorong hilirisasi industri pertanian di Sultra.

Kesiapan infrastruktur pelabuhan, logistik dan layanan kepabeanan turut menjadi bagian penting dalam membuka akses produk daerah menuju pasar internasional.

Gubernur Andi Sumangerukka mengatakan selama ini sejumlah komoditas unggulan Sultra masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah. Bahkan, sebagian komoditas pertanian daerah diekspor melalui daerah lain seperti Makassar dan Surabaya, sehingga Sultra belum tercatat secara optimal sebagai daerah pengekspor komoditas pertanian dan perkebunan.

Dengan kondisi tersebut, Pemprov Sultra terus memperkuat hilirisasi. Produk pertanian tidak lagi hanya didorong untuk keluar dari daerah sebagai bahan baku, tetapi diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

“Komoditi kita memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, dapat menembus pasar global, sekaligus dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sultra,” ujar Gubernur.

Kepala Badan Karantina Indonesia, H. Abdul Kadir Karding, menegaskan Sultra memiliki potensi ekspor yang sangat besar. Peluang tersebut, menurutnya, perlu diikuti kesiapan para pelaku usaha dan UMKM dalam memenuhi standar yang dipersyaratkan untuk pasar internasional, khususnya terkait kesehatan, kualitas dan mutu produk.

Badan Karantina Indonesia, lanjutnya, siap mendukung pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam pemenuhan standar tersebut, sehingga semakin banyak komoditas Sultra yang dapat dipasarkan ke luar negeri.

Dukungan terhadap pelaku usaha menjadi penting karena pasar global menuntut produk yang berkualitas, aman dan berkelanjutan. Dengan pemenuhan standar yang baik, potensi komoditas lokal dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi baru bagi daerah.

Di sisi lain, Gubernur mengingatkan agar peningkatan ekspor tidak berhenti pada sisi industri dan perdagangan. Manfaatnya harus sampai kepada petani sebagai penghasil komoditas.

Karena itu, pelaku industri didorong membangun kemitraan yang kuat dengan petani, termasuk dalam penyediaan benih, sarana produksi, pembiayaan dan pendampingan teknis.

Pemprov Sultra juga terus membangun ekosistem pendukung melalui penciptaan iklim investasi yang sehat dan kondusif, pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan pelabuhan di sentra produksi, serta penguatan sinergi dengan pemerintah pusat, dunia usaha, pemangku kepentingan dan masyarakat.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjadikan Sultra sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi dan perdagangan komoditas pertanian nasional.

Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Badan Karantina Indonesia, jajaran Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sultra, para investor, pelaku industri, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah.

Ekspor perdana ini diharapkan menjadi pintu masuk bagi semakin banyak produk pertanian Sultra untuk menembus pasar dunia. Lebih dari itu, keberhasilan ekspor diharapkan mampu membuka peluang investasi baru, memperluas lapangan kerja, memperkuat posisi petani dan pelaku usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Semoga ekspor perdana komoditas pertanian daerah Sultra ini berjalan lancar dan selamat sampai ke negara tujuan, serta membawa manfaat besar bagi masyarakat, meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha, menumbuhkan investasi baru sektor pertanian, serta dapat mengharumkan nama Sulawesi Tenggara di pasar internasional,” tutupnya. 

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.