Baubau - Pemerintah Kota Baubau secara resmi membuka Pertemuan Penguatan Forum Kemitraan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (PP ATM) yang mengintegrasikan alokasi Dana Kelurahan serta Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, Selasa (08/09/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darus Salam, S.Sos., M.Si., serta dihadiri jajaran Bapperida, BPKAD, Dinas Kesehatan, para Camat, Lurah, Kepala Puskesmas, Direktur Rumah Sakit, dan perwakilan ADINKES Provinsi Sulawesi Tenggara.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa penanganan penyakit AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria (ATM) merupakan program prioritas nasional menuju target eliminasi pada tahun 2030. Mengingat keterbatasan APBD, inovasi sumber pendanaan non-APBD dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama.
"Tantangan eliminasi ATM bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan semata, melainkan tanggung jawab kita bersama. Karena APBD memiliki keterbatasan, optimalisasi pendanaan kolaboratif seperti Dana Kelurahan dan penguatan CSR perusahaan menjadi sebuah keharusan," tegas La Ode Darus Salam.
La Ode Darus Salam meminta agar penggunaan Dana Kelurahan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga dialokasikan untuk kegiatan non-fisik seperti edukasi, pelacakan kasus, dan pemantauan kepatuhan berobat penderita di tingkat lingkungan.
Sekda berharap Lewat pertemuan ini, Pemkot Baubau menyepakati empat komitmen penting yakni memasukkan penanggulangan ATM sebagai isu prioritas dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah.
Kemudian, menyusun indikator kinerja yang jelas dan terukur. Selanjutnya, menyelaraskan program pemberdayaan masyarakat di kelurahan dengan prioritas kesehatan. Sertameningkatkan koordinasi lintas sektor demi efektivitas pelaksanaan di lapangan