Pasar Wameo Siap "Naik Kelas", Pemkot Baubau Alihkan Aktivitas Pasar ke Terminal Warumusio

Dipost Tanggal : 12-02-2026
Admin Lintas21
Pasar Wameo Siap
Rapat pemkot Baubau pengalihan aktivitas pasar Wameo

Baubau - Pemerintah Kota Baubau tengah mempersiapkan langkah besar dalam menata estetika kota dan meningkatkan kenyamanan pusat perbelanjaan. Bertempat di aula rapat lantai II, Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc memimpin rapat koordinasi lintas sektor terkait rencana penertiban dan pengalihan aktivitas pasar di kawasan Pasar Wameo menuju Terminal Warumusio.

​Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, M.Sc menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari rencana besar revitalisasi Pasar Wameo agar bisa "naik kelas" menjadi pasar yang bersih, rapi, dan representatif bagi masyarakat.

​"Pasar Wameo harus naik kelas. Kita ingin mewujudkan pasar yang bersih, di mana Terminal Warumusio akan difungsikan sebagai pasar penunjang. Jika ini sukses, ini adalah kemenangan besar bagi Kota Baubau," tegasnya.

Ditambahkan, ​langkah ini diambil mengingat tingginya mobilitas masyarakat yang berbelanja setiap harinya. Pemkot Baubau bertekad mengubah kesan semrawut menjadi kawasan yang tertata, bahkan memproyeksikan Terminal Warumusio sebagai pusat grosir dan retail penyangga.

​​Terkait status lahan Terminal Waramusio yang merupakan milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Wakil Wali Kota mengungkapkan, komunikasi intensif telah dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Sultra. Bahkan, Pihak Pemkot telah bersurat secara resmi dan mendapatkan lampu hijau dari Gubernur Sultra untuk memanfaatkan area terminal tersebut.

​"Prinsipnya Pak Gubernur mendukung. apapun aset provinsi yang tidak dimanfaatkan, silakan digunakan oleh Kota Baubau sepanjang tidak mengganggu fungsi utama terminal. Hal ini justru akan meningkatkan PAD provinsi melalui sektor perparkiran,"ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut Wakil Wali Kota Baubau mengingatkan seluruh jajaran, mulai dari Satpol PP, Dinas PU, hingga Camat dan Lurah, untuk mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Pihaknya menyadari bahwa setiap perubahan pasti memiliki tantangan, namun aksi nyata harus tetap dilakukan.

​"Meskipun pilihan di atas kertas tidak selalu ideal, kita harus terus bergerak. Jika dari sepuluh masalah, tiga saja bisa terpecahkan, itu sudah kemajuan. Yang penting kita kompak demi pelayanan terbaik bagi masyarakat Baubau," tutupnya.

Sementara itu, ​Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Suarmawati, S.Si., M.Si., menjelaskan, aksi lapangan untuk penataan pasar wameo akan dilaksanakan mulai tanggal 14 hingga 16 Maret 2026. Sebelum tenggat waktu tersebut, sosialisasi masif akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan kepada para sopir mobil yang kerap berdagang di bahu jalan.

​"Harapan kami, tidak ada lagi yang menjual di luar lapak dan kios. Kami sudah melakukan pendataan, setelah relokasi mobil-mobil dilakukan, pedagang harus masuk ke lapak yang telah disediakan,"imbuhnya.

​Selain penataan lapak, sejumlah langkah teknis juga disiapkan yakni pembersihan oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Pemadam Kebakaran yang akan melakukan penyiraman dan pembersihan pasar agar steril menyambut bulan suci Ramadan.

Kemudian, Dinas Perhubungan akan menambah lampu jalan di area luar pasar wameo agar kawasan tersebut terang dan aman. Selanjutnya ​relokasi Pasar Buah yakni sebanyak 30 pedagang buah dari Lembah Hijau akan ditempatkan di Pasar Wameo dengan sistem undian (lot) agar adil.

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.