Menteri Haji dan Umrah Tinjau Pengolahan Ikan di Kelurahan Sulaa, Buka Peluang Pasok Konsumsi Jamaah Haji

Dipost Tanggal : 11-07-2026
Admin Lintas21
Menteri Haji dan Umrah Tinjau Pengolahan Ikan di Kelurahan Sulaa, Buka Peluang Pasok Konsumsi Jamaah Haji
Walikota Baubau saat dampingi Menteri Haji

Baubau - Kunjungan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dr. K.H. Mochamad Irfan Yusuf, ke sentra pengolahan ikan di Kelurahan Sulaa, Kota Baubau yang didampingi Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE menjadi langkah awal dalam menjajaki potensi produk perikanan lokal sebagai bagian dari kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Arab Saudi.

Dalam wawancaranya, Menteri Haji dan Umrah mengatakan, salah satu arahan Presiden RI Prabowo Subianto adalah agar ekosistem penyelenggaraan haji tidak hanya berfokus pada pelayanan ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat Indonesia."Harapan Presiden Prabowo adalah agar ekosistem haji ini dapat memberikan kemanfaatan kepada masyarakat. Karena itu, kami berpikir bagaimana bahan-bahan makanan yang dikonsumsi jamaah haji dapat berasal dari Indonesia,"katanya.

Menurutnya, kunjungan ke sentra pengolahan ikan di Kelurahan Sulaa bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengolahan hasil perikanan sekaligus mengkaji peluang produk tersebut menjadi salah satu bahan pangan bagi jamaah haji Indonesia. Pihaknya menilai, dari sisi produk, hasil olahan perikanan yang dihasilkan memiliki potensi untuk dikembangkan. Namun demikian, masih diperlukan kajian lebih lanjut terkait aspek teknis, mulai dari sistem pengemasan (packaging), distribusi, hingga pemenuhan regulasi yang berlaku di Arab Saudi.

"Secara produk saya kira ada dan bisa. Hanya saja persoalan teknis seperti pengiriman, packaging, dan aturan-aturan pemerintah Arab Saudi harus kita bahas lebih lanjut. Secara umum sebenarnya memungkinkan, tinggal bagaimana kemampuan teknis kita memenuhi standar yang ditetapkan,"ujarnya.

Ditambahkan, potensi daerah pesisir seperti Baubau dengan hasil perikanannya menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam pengembangan rantai pasok kebutuhan haji. Sementara daerah lain dapat berkontribusi melalui komoditas unggulan sesuai karakteristik wilayahnya, seperti sektor pertanian.

"Produk-produk dari daerah pesisir kita harapkan dapat menjadi bagian dari bahan makanan yang dikonsumsi jamaah haji. Daerah lain mungkin memiliki keunggulan di sektor pertanian. Semua potensi ini akan kami kumpulkan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan," katanya.

Untuk menindaklanjuti rencana tersebut, Menteri Haji dan Umrah menugaskan Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji untuk melakukan pembahasan lebih mendalam bersama berbagai pihak terkait, sehingga peluang pemanfaatan produk lokal Indonesia dalam ekosistem haji dapat diwujudkan secara optimal.

 

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.