Aceh, Lintas21.com - Tim Softball putri Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil meraih medali emas di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh–Sumut 2024 yang diselenggarakan di lapangan bola kaki Teuku Umar, Aceh Barat.
Sultra meraih medali emas usai mengalahkan tim dari Papua di laga grand final softball putri dengan skor 4-1.
Pertandingan tersebut berlangsung alot karena masing–masing pelatih mengeluarkan strategi untuk meraih skor. Technical Commissioner Softball, Andy Lumowa mengatakan, kemenangan tim Sultra di PON XXI 2024 Aceh–Sumut seolah dejavu, lantaran pada PON Papua lalu tim yang sama juga berlaga di babak grand final.
“Kemarin di PON terakhir Papua juga finalnya adalah tim dari Sultra melawan Papua, dan hari ini di PON Aceh-Sumut juga sama dan pertandingan dimenangkan oleh Sultra dengan skor 4-1,” kata Andy, Ahad (8/9).
Namun, Andi mengatakan yang menjadi perbedaan yaitu pada PON Papua lalu Tim Sulra kalah dari tuan rumah dan meraih medali perunggu. Namun, di PON kali ini Tim Sultra berhasil meraih medali emas.
Sebelumnya, pada babak grand final Tim Soft Ball Sultra berhasil mengalahkan tim Jawa Barat pada Sabtu (7/9) sore, di lapangan Teuku Umar, Aceh Barat.
Pada ajang PON XXI Aceh-Sumut 2024 ini, langkah tim Softball putri Sultra terbilang mudah lantaran mengalahkan tim Jabar dengan skor telak 8-0.
Sebelum berhadapan dengan Jabar, tim softball Sultra terlebih dahulu berhadapan dengan Bali. Pertandingan pada hari yang sama tersebut berakhir dengan skor 10-0 untuk kemenangan Sultra.
Ketua Perbasasi Sultra Pahri Yamsul mengaku kemenangan ini semakin terasa istimewa karena diraih di tengah berbagai hambatan yang dihadapi tim Softball Putri Sultra selama persiapan menuju PON XXI. Timnya hanya mendapat jatah pemusatan latihan (Training Camp/TC) selama 20 hari, yang tentu saja jauh dari ideal untuk sebuah persiapan turnamen sebesar PON, meski tidak mendapatkan fasilitas dari KONI.
Meski demikian, keterbatasan tersebut justru semakin memacu semangat juang para atlet. Kegigihan, kerja keras, serta tekad untuk membawa nama Sultra berkibar di tingkat nasional menjadi bahan bakar utama mereka dalam mencapai prestasi gemilang ini.
“Medali emas ini merupakan buah kerja keras dari seluruh tim. Meski dengan keterbatasan yang ada, mereka mampu meraih prestasi terbaik,” tegasnya.
KONI Papua Protes
Sementara itu, Tim Papua protes kepada panitia pelaksana PON XXI 2024 Aceh–Sumut, khususnya cabang olahraga softball, lantaran menduga ada atlet Sulawesi Tenggara (Sultra) yang melebihi batas usia maksimal.
Official Kontingen Koni Papua, Ayub Woisiri mengatakan, meskipun timnya kalah, tetapi dia tetap bersyukur lantaran anak–anak asuhnya sudah bermain dengan baik dan maksimal serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Di THB untuk softball itu batas usia 23 (maksimal), tapi ada pemain dari tim Sultra yang usianya sudah lewat. Kami sudah ajukan protes, tapi masih disahkan oleh dewan hakim dan dimainkan sampai babak final,” kata Ayub, Ahad (8/9).
Ayub menjelaskan, pihaknya mengetahui adanya pemain dari tim Softball putri Sultra yang tidak memenuhi syarat batas usia maksimal dari data pada pelaksanaan PON XX Papua tahun 2021 lalu.