Baubau - Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Baubau mulai mengembangkan program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) sebagai upaya menanamkan pemahaman tentang kependudukan kepada generasi muda sejak di bangku sekolah.
Kepala DP3AKB Kota Baubau, Abdul Rahman, dalam keterangan persnya Jumat (25/09/2026) mengatakan, SSK merupakan program pendidikan yang mengintegrasikan materi kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga ke dalam proses pembelajaran di sekolah.
Menurutnya, edukasi kependudukan tidak hanya dilakukan melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga dapat dikembangkan melalui berbagai kegiatan intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
“Sekolah Siaga Kependudukan menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai persoalan kependudukan, keluarga berencana, pembangunan keluarga, serta berbagai tantangan yang akan mereka hadapi di masa depan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk, Penyuluhan, Penggerakan dan Keluarga Berencana DP3AKB Kota Baubau, Suciati, SKM., mengatakan pelaksanaan SSK di Kota Baubau akan diawali dengan delapan sekolah yang masing-masing mewakili satu kecamatan.“Untuk tahap awal, kami akan memfokuskan pada delapan sekolah yang masing-masing mewakili delapan kecamatan di Kota Baubau,” kata Suciati.
Ditambahkan, program SSK diarahkan untuk memperkenalkan berbagai persoalan kependudukan kepada peserta didik, mulai dari dinamika penduduk, bonus demografi, lingkungan, kehidupan sosial hingga kondisi ekonomi. Selain itu, edukasi juga mencakup pemahaman mengenai kesehatan reproduksi remaja dan pentingnya perencanaan masa depan. Hal tersebut diharapkan dapat mendukung upaya pencegahan perkawinan anak dan kehamilan pada usia remaja.
Dijelaskan, aspek gizi dan pola hidup sehat juga menjadi bagian penting dalam edukasi kependudukan. Pengetahuan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi generasi muda dalam mempersiapkan kehidupan berkeluarga sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting di masa mendatang.Melalui SSK, para siswa juga didorong untuk memiliki kemampuan merencanakan masa depan secara lebih matang, mulai dari pendidikan, pengembangan karier hingga kesiapan membangun keluarga.
Suciati berharap dengan dimulainya pengembangan SSK di delapan sekolah yang mewakili delapan kecamatan, edukasi kependudukan dapat semakin dekat dengan generasi muda. Selain itu, menjadi langkah untuk membangun kesadaran bahwa persoalan kependudukan bukan semata-mata menjadi urusan pemerintah, tetapi berkaitan erat dengan kehidupan keluarga dan masa depan generasi Kota Baubau.