Prabowo Dorong Inovasi Perumahan Nasional dan Canangkan Indonesia Bersih 2027, Bebas Sampah

Dipost Tanggal : 30-07-2026
Admin Lintas21
Prabowo Dorong Inovasi Perumahan Nasional dan Canangkan Indonesia Bersih 2027, Bebas Sampah
Presiden RI dalam kunjungan ke Batang

BATANG – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar di Perumahan Puri Delta City Side, Desa Kaliwareng, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang, Kamis (30/7/2026).

Program berskala nasional tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah sekaligus memperluas akses pembiayaan perumahan di berbagai daerah.

Acara turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Kemudian ada Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Kapolri, Panglima TNI, Jaksa Agung.

Hadir juga Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta Bupati Batang M. Faiz Kurniawan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus mempercepat pembangunan sektor perumahan melalui berbagai inovasi. Menurutnya, kebutuhan rumah masyarakat masih sangat besar sehingga diperlukan terobosan baru di luar pola pembangunan konvensional.

"Kita sadar apa yang sudah kita capai cukup membanggakan, tetapi kebutuhan masyarakat masih sangat banyak. Kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif dan belajar dari pengalaman negara lain," kata Prabowo.

Ia mencontohkan keberhasilan India membangun sekitar 40 juta rumah dalam kurun waktu 12 tahun atau rata-rata tiga juta unit setiap tahun. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi salah satu referensi yang tengah dipelajari pemerintah Indonesia.

"Kita tidak boleh malu belajar dari siapa pun. Bangsa Indonesia harus berani berpikir, berani belajar, berani mengambil risiko, dan berani melakukan terobosan," ujarnya.

Presiden menegaskan persoalan perumahan merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang harus menjadi prioritas pemerintah.

"Masalah perumahan adalah masalah yang sangat vital. Rakyat membutuhkan tempat tinggal yang layak dan perlindungan yang baik," katanya.

Prabowo juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kementerian, lembaga, Bank Indonesia, perbankan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta berbagai pihak yang mendukung program pembiayaan perumahan nasional.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa.

"Kuncinya adalah kerja sama. Kita semua adalah satu keluarga besar dalam kapal yang bernama Negara Kesatuan Republik Indonesia," ucapnya.

Selain membahas sektor perumahan, Presiden juga menyinggung kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian akibat konflik geopolitik di berbagai kawasan dunia.

Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, dan efisiensi pengelolaan anggaran negara.

"Kita harus lebih hemat, lebih efisien, dan menekan semua kebocoran karena dunia sedang menghadapi situasi yang tidak menentu," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga meluncurkan gagasan besar mengenai gerakan nasional kebersihan lingkungan yang akan menjadi salah satu fokus pemerintah hingga akhir 2027.

Ia menargetkan persoalan sampah di Indonesia dapat ditangani secara lebih menyeluruh sehingga tidak lagi ditemukan gunungan sampah di berbagai daerah.

"Di akhir 2027 saya minta masalah sampah di Indonesia sudah selesai. Tidak ada lagi gunung sampah," tegas Presiden.

Untuk mewujudkan target tersebut, Prabowo meminta seluruh kepala daerah, aparat TNI-Polri, serta pemangku kepentingan aktif mengawasi kebersihan lingkungan, sungai, dan kawasan permukiman.

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan kesehatan masyarakat, tetapi juga menentukan daya saing sektor pariwisata nasional.

"Wisatawan tidak akan datang ke kota yang kotor, pantai yang penuh sampah, atau sungai yang tercemar. Bangsa Indonesia harus bersih dan indah," katanya.

Presiden juga mengungkapkan rencana mengumpulkan seluruh gubernur, bupati, dan wali kota dalam rapat khusus membahas program Indonesia Asri yang mengusung konsep Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah berencana memberikan insentif kepada daerah yang berhasil menjaga kebersihan lingkungan.

Prabowo mengusulkan pemberian penghargaan berupa dana hingga Rp20 miliar bagi daerah yang dinilai menjadi kota paling bersih sebagai stimulus untuk memperkuat pengelolaan lingkungan.

Menutup sambutannya, Presiden mengajak seluruh jajaran pemerintah pusat dan daerah terus bekerja cepat serta menghadirkan hasil nyata bagi masyarakat.

"Saya yakin arah kita sudah benar. Fundamental kita kuat. Yang terpenting sekarang adalah terus bekerja sungguh-sungguh untuk rakyat Indonesia," pungkasnya.

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.