Pemerintah Kota Baubau terus mematangkan langkah pembenahan tata kelola birokrasi dan akuntabilitas kinerja daerah. Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE saat memimpin apel pagi di halaman Kantor Wali Kota Baubau, Senin (02/11/2026).
Di hadapan seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), Wali Kota mengajak seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta staf untuk memperkuat koordinasi internal, meningkatkan ketelitian administratif, dan mengoptimalkan serapan serta pelaporan kinerja daerah menjelang akhir tahun anggaran 2026.
Menurut Wali Kota Baubau H Yusran Fahim, SE salah satu poin utama yang menjadi fokus perhatian adalah pentingnya ketertiban penyusunan Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD). Pihaknya menekankan pelaporan bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan cerminan transparansi dan profesionalisme tata kelola daerah di tingkat provinsi maupun nasional.
"Tanggung jawab pelaporan ini merupakan agenda rutin yang memerlukan kerja sama solid di setiap lini. Jika ada kendala teknis di lapangan, kita harus saling membuka diri, berbagi praktik baik antardinas, dan merapatkan koordinasi bersama Inspektorat Daerah. Prestasi kota ini adalah hasil kerja bersama," ujarnya.
Orang nomor satu di Kota Baubau ini menggarisbawahi pentingnya pola komunikasi dua arah antara pimpinan instansi dan staf.Pasalnya, keberhasilan program pemerintah daerah sangat bertumpu pada pendelegasian tugas yang proporsional serta dukungan penuh dari seluruh staf pelaksana.
Terkait pelaksanaan APBD Perubahan dan perencanaan tahun mendatang, H Yusran Fahim, SE mengingatkan seluruh perangkat daerah terkait—khususnya pengelola keuangan dan pembangunan—untuk mengawal proses administrasi secara dini, disiplin, dan tepat waktu. Langkah antisipatif ini dinilai krusial guna memastikan tidak terjadi kendala pembayaran di penghujung tahun.
"Setiap rupiah dalam anggaran daerah memiliki dampak langsung bagi pelayanan dan pembangunan fasilitas yang dirasakan masyarakat, mulai dari infrastruktur jalan hingga pusat layanan publik. Oleh sebab itu, ketepatan waktu administrasi dan integritas kerja harus menjadi prioritas bersama," tegasnya.
Ditambahkan, untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan anggaran, Pemkot Baubau berkomitmen memaksimalkan fungsi pengawasan internal melalui Inspektorat. Peningkatan pengawasan ini diposisikan sebagai langkah preventif agar seluruh tahapan penyerapan anggaran berjalan sesuai koridor hukum dan tepat sasaran.
Menutup arahannya, Yusran Fahim mengajak seluruh jajaran ASN Kota Baubau untuk menjadikan momentum triwulan akhir 2026 sebagai titik penguatan soliditas birokrasi, kedisiplinan kerja, dan pelayanan publik yang lebih prima.