KENDARI — Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui berbagai kegiatan seremonial, tetapi juga dengan menghadirkan ruang kebersamaan dan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat. Hal tersebut diwujudkan Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra) melalui kegiatan Krida Literasi Inklusif dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (28/8/2026), menjadi bagian dari komitmen BB Sultra dalam memperluas akses literasi kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk masyarakat yang tengah menjalani perawatan di lingkungan rumah sakit.
Kegiatan tersebut dibuka oleh Direktur RSJ Provinsi Sultra, Metrila Harwati Halib. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi pelaksanaan Krida Literasi Inklusif yang dinilai memberikan dampak positif bagi pasien maupun tenaga kesehatan.
Menurut Metrila, kegiatan bersama seperti ini dapat menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa kebersamaan, mempererat persaudaraan, sekaligus membangun silaturahmi antara pasien dan tenaga kesehatan di lingkungan RSJ Provinsi Sultra.
“Banyak dampak positif yang diperoleh dari kegiatan ini, di antaranya dapat memantik tumbuhnya mental pasien yang kuat. Pasien juga sangat membutuhkan untuk diperlakukan sama seperti yang lainnya tanpa dibeda-bedakan,” ujarnya.
Ia menilai, kehadiran kegiatan literasi di lingkungan RSJ juga memberikan suasana yang lebih positif bagi pasien. Interaksi yang dibangun melalui kegiatan bersama diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus mendukung proses pemulihan pasien.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BB Sultra, Dewi Pradayanti, menyampaikan bahwa Krida Literasi Inklusif merupakan agenda tahunan yang sekaligus menjadi wujud nyata kerja sama antara BB Sultra dan RSJ Provinsi Sultra.
Dewi menegaskan literasi merupakan hak setiap orang. Karena itu, akses terhadap kegiatan literasi tidak boleh dibatasi oleh kondisi, latar belakang, maupun keadaan seseorang.
Menurutnya, literasi tidak sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka kesempatan bagi setiap individu untuk belajar, berinteraksi, memperoleh informasi, serta mengembangkan potensi diri.
“Kegiatan ini merupakan wujud dari literasi untuk semua. Peningkatan literasi adalah hak semua orang, termasuk sahabat-sahabat kita yang sedang menjalani perawatan di RSJ Provinsi Sulawesi Tenggara,” tutur Dewi.
Ia menambahkan, BB Sultra berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mendukung penguatan literasi secara inklusif. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi salah satu langkah penting agar gerakan literasi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Pelaksanaan Krida Literasi Inklusif di RSJ Provinsi Sultra sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai kemerdekaan melalui semangat kesetaraan dan kepedulian. Setiap orang diberikan ruang untuk berpartisipasi, berinteraksi, dan memperoleh manfaat dari kegiatan literasi.
Melalui kegiatan tersebut, BB Sultra berharap budaya literasi semakin tumbuh di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara. Semangat literasi pun diharapkan tidak hanya hadir di lingkungan pendidikan, tetapi juga menjangkau ruang-ruang pelayanan publik dan komunitas, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali.