Baubau - Kapal penumpang KM Dioskuri yang melayani rute Tomia–Baubau mengalami gangguan mesin saat berada di perairan Wabula, Kabupaten Buton, Senin malam (24/08/2026). Berkat respons cepat dan koordinasi lintas instansi, kapal berhasil ditarik dan disandarkan dengan aman di Pelabuhan Pasarwajo pada Selasa dini hari (25/08/2026).
Seluruh penumpang dipastikan selamat dan tidak terdapat korban jiwa. Setelah kapal bersandar, para penumpang melanjutkan perjalanan menuju Kota Baubau melalui jalur darat dan telah tiba di rumah masing-masing.
Plh Kalaks BPBD Kota Baubau Dr Moh Tasdik, SH, M.Si dalam siaran persnya Selasa (25/08/2026) mengatakan, informasi mengenai gangguan KM Dioskuri diterima Senin malam (24/08/2026) sekitar pukul 22.30 Wita dari Wakil Wali Kota Baubau, Ir Wa Ode Hamsinah Bolu,M.Sc. Menindaklanjuti informasi tersebut, Wakil Wali Kota Baubau menginstruksikan BPBD Kota Baubau untuk segera melakukan pemantauan, mengambil langkah penanganan yang diperlukan serta melaporkan setiap perkembangan situasi.
Karena itu, pihaknya bersama anggota kemudian berkoordinasi dengan Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Baubau. Dari hasil koordinasi diketahui bahwa KM Dioskuri mengalami kerusakan mesin sehingga hanya satu mesin yang dapat beroperasi.Akibat gangguan tersebut, kecepatan kapal turun drastis menjadi sekitar 2–3 knot, dengan posisi kapal diperkirakan sekitar 12 mil laut dari Pasar Wabula.
Diungkapkan, untuk memastikan kondisi penumpang, BPBD Kota Baubau juga melakukan komunikasi langsung melalui sambungan telepon dengan salah seorang penumpang. Dari komunikasi tersebut diperoleh kepastian bahwa kondisi penumpang di atas kapal aman dan terkendali. Penanganan kemudian dilakukan secara terpadu. Polres Buton bersama PT Triko mengerahkan kapal untuk menarik KM Dioskuri menuju Pelabuhan Pasarwajo. Dan sekitar pukul 03.00 Wita, KM Dioskuri berhasil disandarkan dengan aman di Pelabuhan Pasarwajo.
Selanjutnya, sekitar pukul 04.00 Wita, seluruh penumpang melanjutkan perjalanan menuju Kota Baubau menggunakan kendaraan roda empat melalui jalur darat."Hasil konfirmasi lanjutan BPBD Kota Baubau kepada para penumpang memastikan seluruh penumpang telah tiba di rumah masing-masing di Baubau dalam kondisi selamat,”ungkapnya.
Ditambahkan, keselamatan seluruh penumpang tidak terlepas dari kecepatan respons dan soliditas koordinasi antar instansi.“Begitu informasi diterima dari Ibu Wakil Walikota, kami langsung bergerak, membuka komunikasi dengan Pos SAR Baubau, sekaligus mengonfirmasi langsung ke penumpang di atas kapal. Prinsipnya, dalam situasi seperti ini kecepatan informasi dan kejelasan alur koordinasi sama pentingnya dengan peralatan. Karena itu, saya mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan tersebut, khususnya Pos SAR Baubau, Polres Buton dan PT Triko,”imbuhnya.
BPBD Kota Baubau mengimbau operator dan awak kapal agar selalu memastikan kelaikan mesin, peralatan keselamatan, serta kesiapan kapal sebelum melakukan pelayaran, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Kemudian, masyarakat pengguna jasa transportasi laut agar memilih moda angkutan resmi, mematuhi arahan awak kapal, serta tetap tenang dan tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kepanikan apabila terjadi gangguan selama pelayaran. Disamping itu, juga memastikan akan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan aspek keselamatan pelayaran di wilayah Buton Raya dapat terus terjaga.