Kendari, – Persoalan banjir, lampu penerangan jalan, infrastruktur hingga tingginya harga LPG 3 kilogram menjadi sejumlah keluhan yang disampaikan warga Kecamatan Kadia dan Wua-Wua kepada Wali Kota Kendari dr. Hj. Siska Karina Imran, SKM.
Berbagai aspirasi itu disampaikan dalam kegiatan Wali Kota Kendari bersama Forkopimda Menyapa yang berlangsung di kawasan Kali Kadia, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan langsung persoalan yang mereka hadapi kepada pemerintah daerah.
Wali Kota Kendari Siska Karina Imran mengatakan, kegiatan Wali Kota Menyapa sengaja digelar dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Wakil Wali Kota, Ketua DPRD, Forkopimda, anggota DPRD hingga seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD).
Menurut Wali Kota Siska, pola tersebut memungkinkan pemerintah mendengar langsung persoalan masyarakat sekaligus mencari solusi tanpa harus menunggu aspirasi disampaikan melalui jalur lain.
“Tidak ada lagi yang harus kita salahkan nantinya. Kalau mungkin di reses hanya anggota DPR, masih harus mengoordinasikan dengan Wali Kota. Tetapi kalau hari ini kita lengkap semua hadir,” kata Wali Kota Siska.
Salah satu keluhan yang mencuat adalah persoalan banjir. Warga mengeluhkan genangan yang kerap terjadi di sekitar SMPN 9 Kendari dan kawasan Mataiwoi. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan penanganan drainase, termasuk pengerukan menggunakan alat berat.
Warga juga menyoroti keberadaan bangunan di atas kali yang dinilai berpotensi mengganggu aliran air. Selain itu, perbaikan sejumlah ruas jalan dan drainase turut menjadi aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah.
Keluhan lain datang dari persoalan penerangan jalan. Warga melaporkan sejumlah lampu jalan di Kelurahan Pondambea, Wua-Wua dan kawasan lainnya sudah tidak berfungsi. Mereka berharap pemerintah segera melakukan perbaikan agar penerangan di kawasan permukiman maupun ruas jalan utama kembali optimal.
Warga Kelurahan Anaiwoi juga mengusulkan penataan taman di sekitar jalur dua, pengaspalan jalan serta mempertanyakan keterlambatan honor RT dan RW.