Kendari - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mempersiapkan strategi pendidikan pemilih yang lebih adaptif menghadapi perubahan karakter pemilih menuju Pemilu 2029. Generasi milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha diprediksi akan mendominasi komposisi pemilih pada pesta demokrasi mendatang.
Menghadapi kondisi tersebut, KPU didorong untuk mengoptimalkan kanal digital, memperkuat storytelling, membangun internal key opinion leader, serta mengemas data dan produk pengetahuan kepemiluan menjadi konten yang informatif, kreatif, an relevan dengan kebutuhan publik.
Hal itu disampaikan Anggota KPU Republik Indonesia, August Mellaz, saat memberikan arahan secara daring dalam Rapat Koordinasi Sinergi KPU Kabupaten/Kota dalam Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat Tahun 2026 yang digelar Rabu (20/05/2026).
Rapat koordinasi tersebut diikuti para Kadiv Sosdiklih, Parmas dan SDM serta Kasubbag Parmas dan SDM KPU kabupaten/kota se-Sulawesi Tenggara.
Menurut August Mellaz, penguatan pendidikan demokrasi tidak bisa lagi dilakukan dengan pola konvensional semata. KPU harus mampu membangun komunikasi yang dekat dengan generasi muda yang tumbuh bersama teknologi digital dan media sosial.
Selain penguatan kanal digital, KPU juga menekankan pentingnya kolaborasi multipihak bersama kampus, komunitas, media, dan masyarakat sipil guna menciptakan ekosistem pendidikan demokrasi yang lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPU Provinsi Sultra Suprihaty Prawaty Nengtias, menegaskan sosialisasi dan pendidikan pemilih merupakan bagian penting dari program nasional KPU.
Ia menyebut momentum rapat koordinasi ini menjadi penguat komitmen seluruh jajaran KPU di Sulawesi Tenggara untuk menuntaskan kerja-kerja sosialisasi dan pendidikan pemilih secara maksimal.
“Ini menjadi momentum bagi kita untuk terus berkomitmen menuntaskan kerja-kerja kedivisian sosialisasi dan pendidikan pemilih di wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara, agar tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu dan Pilkada nantinya tetap mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat,” ujarnya.
Melalui strategi digital dan kolaborasi yang lebih luas, KPU berharap partisipasi masyarakat dalam Pemilu dan Pilkada mendatang dapat terus meningkat, khususnya dari kalangan generasi muda sebagai pemilih terbesar pada Pemilu 2029.