Baubau - Pelayanan kesehatan dasar di sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Kota Baubau sempat mengalami kendala akibat aksi penghentian pelayanan sementara oleh sebagian dokter Pegawai Tidak Tetap (PTT) daerah pada Senin (18/05/2026). Aksi mogok kerja selama satu hari tersebut dipicu oleh keterlambatan pembayaran gaji para dokter sejak Januari hingga Mei 2026.
Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau langsung bergerak cepat memberikan klarifikasi sekaligus menyelesaikan hak-hak para tenaga medis yang tertunda. Per , Selasa, 19 Mei 2026, seluruh tunggakan gaji dokter PTT daerah selama empat bulan dipastikan telah dibayarkan.
Dalam siaran persnya Selasa (19/05/2026), Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau dr. Frederik Tangke Allo, SpB,menjelaskan, keterlambatan pembayaran hak keuangan ini murni disebabkan oleh mekanisme anggaran pusat, bukan karena kelalaian pihak pemerintah daerah. Sumber pembiayaan gaji dokter PTT daerah berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) Peruntukan Bidang Kesehatan yang hingga kini belum dicairkan oleh kementerian terkait di pemerintah pusat.
"Kondisi ini menyebabkan pemerintah daerah mengalami keterbatasan ruang fiskal untuk melakukan pembayaran tepat waktu. Mekanisme penganggaran kami sangat bergantung pada proses transfer dana dari pusat ke daerah,"ujarnya.
Meski menghadapi ketidakpastian finansial selama beberapa bulan terakhir, Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para dokter PTT. Mereka dinilai tetap menunjukkan profesionalisme tinggi dengan menjaga pelayanan kesehatan masyarakat sebelum aksi penyampaian aspirasi tersebut terjadi.
Dijelaskan, sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkot Baubau mengambil langkah percepatan dan penyesuaian keuangan daerah guna menalangi hak para tenaga medis tanpa harus menunggu lebih lama proses pencairan DAU dari pusat. ”Dengan diselesaikannya pembayaran tunggakan gaji per tanggal 19 Mei 2026, aksi penghentian pelayanan resmi berakhir. Pihaknya memastikan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama di Kota Baubau sudah beroperasi secara optimal kembali,”jelasnya.
Ditambahkan, beberapa layanan masyarakat kini sudah berjalan normal yang meliputi, Pelayanan pemeriksaan umum, Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Pemeriksaan Kesehatan Gratis dan Program-program kesehatan masyarakat lainnya.
Plt Kadis Kesehatan Kota Baubau dr. Frederik Tangke Allo berharap peristiwa ini dapat dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat secara objektif dan proporsional. Masalah ini murni merupakan imbas dari dinamika birokrasi penyaluran anggaran, bukan bentuk pengabaian terhadap kesejahteraan tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, kedepan, pemerintah daerah berkomitmen untuk memperkuat koordinasi lintas sektor dengan pemerintah pusat terkait mekanisme penyaluran dana. Langkah antisipatif dan evaluasi perencanaan pembiayaan kesehatan daerah akan ditingkatkan demi memastikan hak tenaga medis terpenuhi tepat waktu dan mutu pelayanan publik tetap terjaga secara berkelanjutan