Ritual Adat Tuturangiana Batu Wampone Indentitas Masyarakat Beradab Berbudaya dan Menghargai Sejarah

Dipost Tanggal : 11-10-2026
Admin Lintas21
Ritual Adat Tuturangiana Batu Wampone Indentitas Masyarakat Beradab Berbudaya dan Menghargai Sejarah
Ritual Adat Tuturangiana Batu Wampone

Baubau - Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, La Ode Darussalam, S.Sos., M.Si., menghadiri acara Ritual Adat Tuturangiana Batu Wampone yang digelar di Kelurahan Kaobula, Kecamatan Batupoaro, pada Sabtu (10/10/2026).Kehadiran Sekda mewakili Pemerintah Kota Baubau sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Buton yang terus dijaga oleh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, La Ode Darussalam menegaskan Batu Wampone memiliki makna yang jauh lebih dalam dari sekadar situs peninggalan sejarah.Batu Wampone bukan sekadar peninggalan batu tua yang membisu.Selain itu, Batu Wampone adalah simbol peradaban, penanda sejarah, dan saksi bisu perjalanan panjang para leluhur kita di tanah Buton ini," ujarnya.

Menurut Sekda, melalui ritual adat Tuturangiana, masyarakat tidak hanya menjalankan tradisi tahunan, tetapi juga menegaskan identitas sebagai masyarakat yang beradab, berbudaya, dan menghargai sejarah.

Dijelaskan,di tengah arus modernisasi yang begitu cepat, ia menilai semangat masyarakat Kaobula untuk tetap merawat warisan leluhur patut diapresiasi."Menjaga dan merawat warisan leluhur bukanlah perkara yang mudah. Namun, hadirnya kita semua di sini hari ini membuktikan bahwa semangat untuk melestarikan nilai-nilai budaya Buton tetap menyala,”ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Sekda menekankan tiga hal penting yakni pertama menjaga dan merawat warisan Leluhur.Situs dan tradisi adat seperti Batu Wampone adalah aset sejarah yang tak ternilai harganya. Menjaga situs fisik dan makna di balik ritual ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas lembaga adat atau pemerintah. Kedua, pewarisan Nilai Budaya kepada Generasi Muda. Tugas terbesar saat ini adalah memastikan anak cucu tidak asing dengan budayanya sendiri. 

Nilai-nilai kesantunan, gotong royong, serta penghormatan terhadap alam dan Sang Pencipta yang terkandung dalam ritual Tuturangiana harus terus diajarkan dan diwariskan agar generasi muda tidak kehilangan arah karena lupa pada akar budayanya. Ketiga adalah mempererat tali silaturahmi yakni ritual adat harus menjadi pendorong terciptanya keharmonisan, kedamaian, dan persatuan warga, khususnya di Kelurahan Kaobula dan Kecamatan Batupoaro secara keseluruhan.

Atas nama Pemerintah Kota Baubau, Sekda Kota Baubau La Ode Darus Dalam menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tokoh adat, panitia penyelenggara, Pemerintah Kelurahan Kaobula, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah bekerja keras menyukseskan ritual tersebut."Mari terus kita jaga, kita rawat, dan kita wariskan kekayaan budaya ini agar Baubau tetap menjadi kota yang maju tanpa kehilangan jati diri kebudayaannya," 

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.