KONAWE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe bersama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus mempercepat pemerataan konektivitas digital.
Berdasarkan Laporan Data Infrastruktur Telekomunikasi dan Akses Internet BAKTI Kabupaten Konawe Tahun 2026, sebanyak 330 fasilitas publik di wilayah Konawe kini resmi terhubung dengan jaringan internet.
Capaian ini mencakup sekitar 30,9% dari total target fasilitas publik di Kabupaten Konawe.
Pemkab Konawe menargetkan sebanyak 738 fasilitas publik lainnya (69,1%) akan bertahap mendapat akses serupa.
Sektor layanan kesehatan menjadi wilayah yang mengalami kemajuan digitalisasi paling pesat.
Dari total 35 puskesmas yang ada di Kabupaten Konawe, sebanyak 34 puskesmas (97,1%) telah terlayani koneksi internet online.
Hal ini diharapkan mempercepat proses administrasi medis serta pelayanan kesehatan masyarakat secara digital.
Sektor Pendidikan dan Pemerintahan Terus Digenjot
Di bidang pendidikan, sebanyak 200 sekolah dan pesantren telah memanfaatkan jaringan internet untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar: SD Sederajat: 140 dari 295 sekolah (47,5%), Pondok Pesantren: 8 dari 20 pesantren (40,0%), SMP Sederajat: 32 dari 91 sekolah (35,2%), SMA Sederajat: 16 dari 53 sekolah (30,2%), dan TK Sederajat: 4 dari 183 sekolah (2,2%).
Sementara itu, di sektor pemerintahan, sebanyak 96 kantor pemerintahan telah terhubung internet: Fasilitas Pemerintah Lainnya: 10 dari 10 (100%), termasuk Kejaksaan Negeri Konawe dan Polsek Routa, Kantor Camat: 11 dari 28 (39,3%), Kantor Lurah/Kelurahan: 22 dari 62 (35,5%), Kantor Desa: 53 dari 291 (18,2%) dan Penguatan Infrastruktur BTS dan Pemetaan Blankspot.
Untuk mendukung pemerataan jaringan, sebanyak 20 menara BTS BAKTI telah aktif beroperasi di empat kecamatan utama, yaitu Latoma (9 BTS), Routa (7 BTS), Asinua (3 BTS), dan Abuki (1 BTS). Infrastruktur ini disokong oleh provider Telkomsel (10 BTS 4G) dan XLSMART (10 BTS USO).
Selain itu, Pemkab Konawe dan BAKTI Komdigi telah memetakan 21 titik blankspot di sejumlah wilayah, seperti Asinua, Sampara, Latoma, Soropia, Anggaberi, Routa, Uepai, Anggalomoare, dan Meluhu sebagai pijakan perluasan jaringan tahap berikutnya.
Bupati Konawe, H. Yusran Akbar, S.T., bersama Wakil Bupati H. Syamsul Ibrahim, S.E., M.Si., menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan pemerataan infrastruktur digital hingga ke pelosok desa melalui semangat #KonaweBersahaja: "Membangun Desa, Menata Kota".