Buton Tengah - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah bersama Perum Bulog Sulawesi Tenggara menggelar sosialisasi sekaligus penandatanganan surat pernyataan kerja sama dengan para mitra di Gudang Filial Buton Tengah yang berlokasi di halaman Kantor Camat Lakudo, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, perwakilan Perum Bulog Sultra yang diwakili Manager Administrasi dan Pengawasan, Nurhayati, perwakilan pimpinan DPRD Buton Tengah, Plh. Sekda Armin, para kepala OPD, camat, kepala desa/lurah, serta calon mitra Bulog.
Dalam sambutannya, Nurhayati menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Buton Tengah, khususnya Bupati Azhari, atas dukungan penyediaan gudang transit sebagai langkah percepatan operasional Bulog sebelum pembangunan gudang permanen terealisasi.
Menurutnya, keberadaan gudang sementara ini memiliki peran strategis dalam menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok, khususnya beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di wilayah Buton Tengah.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati yang telah meminjamkan fasilitas gudang sebagai tempat operasional sementara. Ini menjadi solusi cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap sembako dengan harga terjangkau,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa calon mitra yang dilibatkan merupakan kios pangan binaan Dinas Pangan yang telah melalui proses verifikasi bersama, termasuk melibatkan Satgas Pangan, mengingat adanya subsidi pemerintah pusat sebesar Rp1.600 per kilogram.
Sementara itu, Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam mengendalikan harga pangan serta menjaga daya beli masyarakat.
Ia mengungkapkan, inisiatif penyediaan gudang transit ini berawal dari komunikasi intensif dengan pihak Bulog pasca Lebaran, yang menyoroti tingginya harga bahan pokok di Buton Tengah.
“Hari ini kita wujudkan apa yang sudah kita rencanakan. Gudang sementara ini menjadi solusi awal sebelum pembangunan gudang permanen Bulog di Buton Tengah,” kata Azhari.
Lebih lanjut, Azhari menyampaikan bahwa melalui kerja sama ini, harga beras SPHP di Buton Tengah dapat ditekan pada kisaran Rp60.000 hingga Rp61.000 per karung, lebih rendah dari Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp62.500. Khusus wilayah terluar seperti Kecamatan Talaga, harga maksimal ditetapkan Rp62.000.
Selain beras, intervensi harga juga dilakukan pada komoditas minyak goreng dengan batas harga jual di tingkat pasar berkisar Rp18.000 hingga Rp19.000 per liter.
Bupati juga menegaskan akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi kios pangan yang ditunjuk sebagai mitra resmi, serta menerapkan sanksi tegas bagi pihak yang menjual di atas harga yang telah ditetapkan.
“Kalau ada yang melanggar, langsung kita putus kerja samanya. Tidak boleh ada permainan harga di Buton Tengah,” tegasnya.
Pemkab Buton Tengah juga berkomitmen mengalokasikan subsidi tambahan melalui APBD Perubahan guna semakin menekan harga pangan, bahkan berpotensi menurunkan harga beras di bawah Rp60.000 per karung.
Di akhir sambutannya, Azhari optimistis pembangunan gudang permanen Bulog di Buton Tengah segera terealisasi, dengan target tender perencanaan dimulai pada Mei 2026 dan pembangunan fisik pada September 2026.
Dengan beroperasinya gudang transit ini, diharapkan stabilitas harga dan ketersediaan pangan di Buton Tengah dapat terjaga secara berkelanjutan, sehingga memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.