Buton Tengah - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah bersama Tim Penggerak PKK dan organisasi wanita lainnya menggelar peringatan Hari Kartini ke-147. Mengusung tema “Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi, Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan ini berlangsung di Aula Pancana Lantai 5 Kantor Bupati, Kamis (30/4/2026).
Acara ini merupakan kolaborasi sinergis antara TP-PKK, Bhayangkari Polres Buton Tengah, Persit Kartika Candrakirana 1413 Buton, Dharma Wanita Kementerian Agama, serta Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Buton Tengah.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, Ketua TP-PKK Umi Noranah Azhari, S.Pd., Wakil Bupati Muh. Adam Basan, jajaran Forkopimda, Kapolres AKBP Wahyu Adi Waluyo, Kepala Kankemenag Abdul Rahman Jaya, Plh Sekda Armin, S.Pd., M.Si., serta para kepala OPD dan pimpinan organisasi wanita.
Dalam sambutannya, Bupati Azhari menegaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum memperkuat peran perempuan mulai dari ranah keluarga hingga pembangunan daerah. Ia mencontohkan keteladanan para pahlawan seperti Cut Nyak Dien, Malahayati, Martha Christina Tiahahu, hingga tokoh lokal Wa Ode Wao, sebagai bukti sejarah bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam peradaban.
“Perempuan tidak hanya berperan di rumah tangga, tetapi juga memiliki andil besar dalam masyarakat. Kita punya banyak figur inspiratif yang harus menjadi motivasi,” ujar Bupati
Lebih jauh, Bupati menyampaikan komitmen Pemkab dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan melalui pengembangan pariwisata, ekonomi pesisir, budidaya perairan, hingga usaha kuliner.
“Kita dorong ibu-ibu untuk berperan aktif, misalnya membuka rumah makan yang mendukung sektor pariwisata daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Buton Tengah, Umi Noranah Azhari, menekankan makna strategis tema tahun ini. Menurutnya, perempuan yang berdaya bukan hanya tangguh dalam mengurus rumah tangga, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan cerdas dalam berpikir.
“Perempuan yang kuat akan melahirkan generasi berkualitas. Ini kunci utama mewujudkan Indonesia Emas 2045,” tegasnya
Melalui momentum ini, diharapkan perempuan di Buton Tengah semakin berdaya, mandiri, dan menjadi motor penggerak terwujudnya masyarakat yang sejahtera, religius, dan berdaya saing.