Inovasi Digital Cegah Stunting, Dinkes Baubau dan Poltekkes Kendari Sosialisasikan Aplikasi REMILA

Dipost Tanggal : 30-04-2026
Admin Lintas21
Inovasi Digital Cegah Stunting, Dinkes Baubau dan Poltekkes Kendari Sosialisasikan Aplikasi REMILA
Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) terkait kerjasama penelitian kesehatan remaja.

Baubau - Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Baubau terus diperkuat melalui kolaborasi strategis antara sektor kesehatan dan akademisi. Pada Kamis (30/04/2026) bertempat di Aula Puskesmas Katobengke, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau bersama Poltekkes Kemenkes Kendari menggelar Sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) terkait kerjasama penelitian kesehatan remaja.Penelitian ini mengusung tajuk utama: Penggunaan Aplikasi Remaja Milenial Sehat (REMILA) dalam Pelaksanaan Surveilans Kesehatan Remaja sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Kota Baubau.

FGD dipimpin oleh tim peneliti dari Poltekkes Kemenkes Kendari yang diketuai oleh Rasmaniar, SKM, M.Kes. Sedangkan hadir sebagai peserta aktif dalam kegiatan ini antara lain, Pengelola Program Kesehatan Remaja dan Program Gizi tingkat Kota Baubau, Perwakilan pengelola program dari seluruh Puskesmas se-Kota Baubau, Tim Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Kendari dan Tim medis Puskesmas Katobengke selaku tuan rumah.

Dalam pemaparannya, tim peneliti Poltekes Kemenkes Kendari Rasmaniar, SKM, M.Kes menjelaskan, aplikasi REMILA dirancang sebagai solusi digital untuk memperkuat sistem surveilans atau pemantauan kesehatan remaja secara real-time. Fokus utamanya adalah memantau status gizi, kesehatan reproduksi, serta pencegahan anemia pada remaja.

"Masa remaja adalah fase krusial. Jika kita bisa memastikan remaja kita sehat dan bebas anemia, kita sedang memutus mata rantai stunting untuk generasi masa depan," ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau melalui Kabid Kesehatan Masyarakat Djainudin Ishak mengatakan, sesi FGD menjadi momen krusial untuk mendengarkan tantangan nyata di lapangan. Para peserta mendiskusikan berbagai aspek, mulai dari kondisi kesehatan remaja saat ini di Baubau hingga kendala teknis dalam pelaporan data.

Beberapa poin penting yang dihasilkan dari diskusi meliputi kemudahan Akses yakni perlunya antar muka aplikasi yang ramah bagi remaja agar mereka aktif menginput data secara mandiri.Kemudian, integrasi data dengan harapan agar data dari aplikasi REMILA dapat sinkron dengan program kesehatan yang sudah berjalan di Puskesmas. Serta edukasi berkelanjutan sehingga sangat penting pelatihan bagi operator dan sosialisasi langsung ke sekolah-sekolah.

Diungkapkan, FGD yang berlangsung produktif ini menghasilkan komitmen kuat dari seluruh pihak untuk mendukung implementasi teknologi digital dalam pelayanan kesehatan. Dan Dinas Kesehatan Kota Baubau menyambut baik inovasi ini sebagai langkah modernisasi surveilans kesehatan.

Jainuddin Ishak berharap melalui aplikasi REMILA, deteksi dini terhadap faktor risiko stunting pada remaja dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Hasil penelitian ini nantinya diproyeksikan menjadi model inovasi strategis yang tidak hanya bermanfaat bagi Kota Baubau, tetapi juga bagi Provinsi Sulawesi Tenggara secara luas.

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.