Kendari - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov. Sultra H. Mansur, memberikan pembinaan kepada ASN Kemenag Sultra dalam rangkaian kegiatan Zikir dan Doa Bersama yang berlangsung di Masjid Amal Bakti Kanwil Kemenag Sultra, Rabu (29/4/2026).
Kegiatan zikir rutin yang dilaksanakan setiap hari Rabu ini, kembali menjadi momentum refleksi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk memperkuat keikhlasan, integritas, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Kegiatan ini diikuti ASN Kanwil Kemenag Sultra, ASN pada 17 Kemenag Kab/Kota se Sultra, Madrasah, KUA, Pondok Pesantren dan Penyuluh Agama Islam se Prov. Sultra secara daring dan luring.
Dalam arahannya, Kakanwil menyampaikan bahwa zikir bukan sekadar kegiatan rutinitas mingguan, melainkan ruang perjumpaan antara tugas dan keikhlasan, antara jabatan dan pertanggungjawaban sebagai seorang ASN.
“Zikir ini bukan hanya kegiatan rutin setiap hari Rabu, tetapi menjadi ruang perjumpaan antara tugas dan keikhlasan kita, antara jabatan dan tanggung jawab kita,” ungkap Mansur.
Ia menjelaskan, terdapat dua hal penting yang harus menjadi perhatian ASN dalam menjalankan tugas. Pertama adalah menghindari “toksin” atau racun dalam pekerjaan. Toksin yang dimaksud berupa rasa malas, bekerja tidak sungguh-sungguh, tidak menghargai tugas, serta mengabaikan tanggung jawab.
Menurutnya, toksin tersebut tidak boleh dibiarkan tumbuh dalam diri seorang ASN karena dapat merusak profesionalisme dan semangat pengabdian. Oleh karena itu, zikir menjadi salah satu sarana untuk membersihkan hati dan pikiran dari berbagai sikap negatif.
“Kalau pakaian kotor kita cuci, kendaraan berdebu kita bersihkan, maka hati dan pekerjaan kita juga harus dibersihkan dari toksin. Itulah pentingnya zikir,” tegas Mansur.
Ia menambahkan, zikir mampu menghadirkan ketenangan hati dan energi positif bagi ASN dalam melaksanakan tugas sehari-hari. Dengan hati yang tenang, seseorang akan lebih mudah bekerja secara profesional dan penuh tanggung jawab.
Poin kedua yang ditekankan adalah kesadaran bahwa Allah SWT selalu mengawasi setiap pekerjaan manusia. Kesadaran tersebut diharapkan dapat mendorong ASN untuk menjaga amanah, integritas, serta menjadi teladan baik di lingkungan kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
“CCTV Allah SWT jauh lebih dahsyat dari pengawasan pimpinan. Jika kita menyadari bahwa Allah selalu melihat apa yang kita lakukan, maka kita akan bekerja secara profesional dan penuh integritas,” ujarnya.
Menurutnya, jika dua hal tersebut dilakukan, maka ASN akan memiliki energi batin yang kuat yang dapat melahirkan sikap profesional, inovatif, bertanggung jawab, dan mampu menjadi teladan di mana pun berada, baik di kantor maupun di lingkungan keluarga dan masyarakat.
"Semoga zikir rutin ini mampu menjadi kekuatan spiritual bagi seluruh ASN untuk menghilangkan berbagai “toksin” dalam pekerjaan dan memperkuat nilai profesionalisme, tanggung jawab, integritas, serta keteladanan dalam menjalankan amanah sebagai pelayan masyarakat," pungkasnya.