Baubau - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Baubau terus mematangkan strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Hal ini diwujudkan melalui pertemuan penguatan implementasi jejaring puskesmas yang digelar oleh Bidang Kesehatan Masyarakat di Aula Hotel Zenith Premiere pada Rabu (22/024/2026). Kegiatan strategis ini dibuka secara resmi oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Baubau, dr. Frederik Tangke Allo, Sp.B.
Dalam arahannya, Plt Kadis Kesehatan dr Frederik Tangke Allo, Sp.B menitikberatkan pada pentingnya integrasi antar fasilitas kesehatan guna meminimalisir risiko fatalitas pada ibu dan bayi."Sinergi antar fasilitas pelayanan kesehatan adalah kunci. Kita harus memperkuat sistem rujukan dan memastikan kualitas pelayanan KIA berjalan optimal di seluruh lini," ujar dr. Frederik dalam sambutannya.
Ditambahkan, Fokus utama dari pertemuan ini adalah membangun koordinasi yang solid agar sistem rujukan dapat berjalan secara efektif dan terintegrasi. Dengan akses dan mutu layanan yang merata, diharapkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kota Baubau dapat ditekan secara signifikan.
Dijelaskan, secara umum, kegiatan berjalan dengan khidmat dan interaktif. Output yang diharapkan adalah munculnya komitmen nyata serta peran aktif dari seluruh elemen pelayan kesehatan untuk menjadikan keselamatan ibu dan anak sebagai prioritas utama dalam sistem kesehatan di Kota Baubau.
Sementara itu, pertemuan menghadirkan dua narasumber berkompeten untuk memberikan penguatan materi, yakni:Djainudin Ishak (Kabid Kesehatan Masyarakat Kota Baubau) dr. Jemmy, M.Kes (Kasie Bimdal KIA Kesga Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara).
Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari internal birokrasi kesehatan seperti Kepala Puskesmas, Bidan Koordinator, dan Bidan Desa, tetapi juga melibatkan jejaring yang lebih luas. Tercatat perwakilan dari rumah sakit pemerintah dan swasta, klinik pratama, praktik mandiri dokter, hingga praktik mandiri bidan se-Kota Baubau turut serta dalam diskusi i