RAHA – Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (BB Sultra) melakukan pemantauan implementasi program Revitalisasi Bahasa Daerah (RBD) di Kabupaten Muna Barat (Mubar) dan Kabupaten Muna, 9–10 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan pendampingan sekaligus evaluasi terhadap pengimbasan program yang dilakukan guru utama. Pemantauan juga dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara.
Pada hari pertama, Kepala Balai Bahasa Sultra bersama Tim Kerja Pelindungan Bahasa dan Sastra BB Sultra mengunjungi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Muna Barat.
Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan meninjau secara langsung hasil pembelajaran bahasa Muna di SD Negeri 3 Kusambi dan SMP Negeri 2 Kusambi.
Selanjutnya, pada 10 September 2026, tim BB Sultra bergerak ke Kabupaten Muna untuk berkoordinasi dengan Disdikbud Kabupaten Muna. Tim kemudian melakukan pemantauan di UPTD SMP Negeri 5 Raha dan SD Negeri 5 Duruka.
Dalam setiap rangkaian kunjungan di kedua kabupaten tersebut, tim BB Sultra turut didampingi perwakilan Disdikbud masing-masing daerah.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sultra menegaskan, pemantauan secara langsung di lapangan penting dilakukan untuk mengukur efektivitas program pelestarian bahasa daerah.
Selain mengevaluasi implementasi program, kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi BB Sultra untuk melihat secara langsung kemampuan para pelajar dalam menggunakan bahasa daerah.
Ia mengapresiasi keterampilan para pelajar sekaligus memberikan motivasi agar generasi muda tidak ragu menggunakan dan melestarikan bahasa ibu.
“Pesan saya untuk generasi muda, jangan pernah malu menggunakan dan melestarikan bahasa daerah. Kalian harus bangga, karena bahasa daerah adalah identitas kita yang akan terus kalian jaga dan lestarikan,” tegasnya.
Program RBD diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan generasi muda dalam berbahasa daerah, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap bahasa dan budaya lokal.
Melalui pemantauan tersebut, BB Sultra berharap sinergi dengan pemerintah daerah semakin kuat. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, pelestarian bahasa daerah, khususnya bahasa Muna di daratan Muna, diharapkan dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.