Kendari - Pemerintah Kabupaten Buton Tengah menampilkan kekayaan budaya unggulannya dalam gelaran Karnaval Budaya memperingati HUT ke-62 Sulawesi Tenggara bertema "Harmoni Sultra 2026". Acara yang digelar di kawasan Eks MTQ, Kendari, Jumat (25/4/2026) sore ini menjadi wadah strategis untuk mempromosikan warisan budaya daerah kepada masyarakat luas.
Bupati Buton Tengah, Dr. Azhari, didampingi Wakil Bupati Muh. Adam Basan, turut hadir menyaksikan penampilan kontingen daerahnya. Mereka duduk di panggung utama bersama Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, serta jajaran kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Sultra.
Jejak Keberagaman Tenun Buton Tengah kontingen ini menampilkan ragam motif kain yang sarat makna filosofis. Setiap helai tenun tidak hanya memikat mata secara visual, tetapi juga merefleksikan hubungan harmonis antara manusia dengan alam, nilai-nilai luhur adat istiadat, hingga perjalanan panjang sejarah masyarakat setempat.
"Setiap tenun adalah cerita, dan setiap cerita adalah kebanggaan." Demikian semangat yang diusung, di mana warna dan corak yang ditampilkan menjadi bukti akulturasi budaya yang kuat sejak masa Kesultanan Buton hingga masa kini.
Komitmen Pemkab Buton Tengah dalam melestarikan budaya ini telah mendapatkan pengakuan luas. Kain khas daerah ini telah memiliki sertifikat Indikasi Geografis serta perlindungan hak cipta untuk sedikitnya 15 motif.
Prestasi tersebut semakin kokoh dengan ditetapkannya Buton Tengah sebagai Kabupaten Kreatif Bidang Kriya Tenun oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada tahun 2025. Melalui partisipasi ini, Buton Tengah tidak hanya sekadar tampil, namun juga mewariskan nilai sejarah dan identitas yang kuat untuk generasi mendatang.