Kendari - Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka mengungkap sejumlah capaian pembangunan baik dari sisi ekonomi makro hingga mikro, dalam acara pembangunan musyawarah perencanaan pembangunan daerah (musrenbang) rancangan kerja pemerintah daerah (RKPD) tahun 2027.
RKPD harus didorong keselarasan program prioritas dari pemerintah kabupaten kota hingga provinsi dalam mendukung percepatan pembangunan, demi pembangunan nasional. Sinkronisasi program kerja menjadi acuan penjabaran visi misi kepala daerah dalam menjalankan tugas dan kewenangan.
Olehnya itu, kata dia seluruh indikator menjadi rujukan dalam menentukan arah kebijakan pembangunan di daerah.
Dari sisi ekonomi, Sulawesi Tenggara mencatat pertumbuhan sebesar 5,70 persen pada tahun 2025, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional sebesar 5,11 persen.
Namun demikian, tingkat kemiskinan masih berada pada angka 10,14 persen, sehingga menjadi tantangan serius yang harus ditangani secara terarah dan berkeadilan.
Indikator makro pembangunan Sulawesi Tenggara menunjukkan tren positif di tengah berbagai dinamika.
Pertama, pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,70 persen, meningkat dari 5,40 persen pada 2024 dan lebih tinggi dari nasional 5,11 persen. Kedua, tingkat kemiskinan menurun dari 10,63 persen pada 2024 menjadi 10,14 persen pada 2025, meski masih di atas nasional 8,26 persen.
Ketiga, Gini Ratio September 2025 tercatat 0,357, membaik dibanding Maret 2025 sebesar 0,363 dan Keempat, tingkat pengangguran terbuka Februari 2026 sebesar 3,33 persen, relatif stabil dan termasuk terendah secara nasional.
Kelima, Indeks Pembangunan Manusia tahun 2025 mencapai 74,25 (kategori tinggi), meningkat dari 73,62 pada 2024