Kendari, Lintas21.com - Perairan laut Sulawesi Tenggara memiliki potensi sumber daya ikan sebesar 1.520.340 ton/tahun. Potensi sumber daya ikan provinsi Sulawesi Tenggara tersebut berada pada WPP 13 dan 14 meliputi wilayah perairan laut pengelolaan sumber daya ikan di laut Flores dan selat Makassar. Namun daerah penangkapan ikan dapat mencakup laut banda, laut Arafuru,laut seram dan teluk Bone.
Dari sisi sumber daya manusia sektor perikanan, sebagian besar penduduk di Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki mata pencaharian sebagai nelayan, terlihat dari jumlah nelayan yang ada di provinsi ini mencapai 121.471 ribu jiwa atau sekitar 22% dari total penduduk. Tingginya persentase sejumlah nelayan membuktikan bahwa sektor perikanan, khususnya tangkap masih menjadi sumber mata pencaharian utama penduduk Provinsi Sulawesi Tenggara.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sultra Parinringi mengatakan potensi perikanan dan pariwisata Sultra sangat melimpah dan menjanjikan.
Pemetaan potensi perikanan kata dia perlu mendapatkan dukungan dalam pelaksanaannya melalui pola kerja sama yang berkesinambungan dan terintegrasi antar pemerintah baik pusat, provinsi maupun kabupaten dan kota.

Menurut, mantan Pj Bupati Busel ini pemetaan potensi menjadi bagian yang sangat penting dalam memberikan informasi dan data bagi investor. Hal tersebut penting dilakukan untuk mengurangi resiko dan meningkatkan peluang suksesnya investasi secara berkesinambungan.
Dia memaparkan, dari pemetaan potensi perikanan setidaknya ada enam potensi utama investasi sektor perikanan di provinsi Sulawesi Tenggara antara lain;
1. Keanekaragaman hayati
Perairan Sulawesi Tenggara kaya akan keanekaragaman hayati laut termasuk bagi Spesies ikan udang kerang dan invertebrata lainnya. Hal ini memberikan potensi besar untuk penangkapan ikan secara komersial maupun untuk keperluan lokal:
2. Perikanan Budidaya
Potensi untuk budidaya ikan seperti kakap merah korapu dan udang di Sultra cukup besar budidaya ini dapat dilakukan di perairan pesisir maupun di tambak.
3. Perikanan Tangkap
Nelayan di Sulawesi Tenggara mengandalkan perikanan tangkap sebagai mata pencaharian utama. Jenis-jenis ikan yang umum ditangkap meliputi tuna ikan palagis kecil dan ikan demersal.

4. Pariwisata Perikanan
Potensi pariwisata perikanan di Sulawesi Tenggara dapat dikembangkan melalui kegiatan seperti wisata memancing diving dan snorkling di sekitar terumbu karang yang indah seperti tempat-tempat penangkapan ikan tradisional.
5. Industri Pengembangan Pengolahan
Industri hasil perikanan seperti pengeringan ikan Pangalengan dan pengawetan dapat menjadi peluang investasi yang menjanjikan di Sulawesi Tenggara.
6 Ekosistem Terumbu Karang
Sulawesi Tenggara memiliki konsisten terumbu karang yang penting secara ekologis dan ekonomi. Upaya untuk melindungi dan mengelola terumbu karang secara berkelanjutan akan mendukung keberlanjutan sektor perikanan di bumi Anoa. Adv