Kendari, Lintas21.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, menemukan hal mengejutkan terhadap kasus HIV/AIDS di Kota Kendari rata - rata di dominasi pada usia produktif.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Kendari Ellfi Syarifuddin mengungkapkan penyumbang kasus HIV AIDS di Kota Kendari terbanyak yakni pada rentang usia produktif, karena dipengaruhi oleh tingkat produktivitas yang tinggi.
"Kasus HIV/AIDS di Kendari berasal dari kelompok yang rentan dan berisiko tinggi terinfeksi," katanya baru-baru ini
Kata dia, kelompok yang rentan tersebut di antaranya pengguna narkoba, wanita tuna susila, transgender, gay, dan warga binaan lembaga pemasyarakatan.
Kemudian, dari segi gender, didominasi oleh laki-laki, yang mana hampir seluruh kasus HIV AIDS ditemukan dari hubungan seks berisiko.
"Temuan tersebut berasal dari metode konseling dan tes sukarela masyarakat, yang merasa memiliki gejala maupun yang rutin melakukan medical check up," ungkapnya.
Lanjutnya, secara pengetahuan orang-orang yang ada di lingkaran risiko ini sudah mulai teredukasi, sehingga mereka sudah mau dan sadar untuk melakukan pengecekkan kesehatan secara mandiri.
"Dinkes telah bekerja sama dengan pihak terkait, untuk melakukan tes secara jemput bola terhadap orang-orang yang beresiko," katanya.
"Jadi tidak hanya pemerintah saja yang proaktif dalam penanganan HIV/AIDS ini, tetapi juga dibantu dengan pihak-pihak lain yang mau ikut terlibat," tambahnya.
Selain itu, lanjut Ellfi dalam melakukan pencegahan HIV/AIDS, pihaknya menerapkan metode triple eliminasi, yakni mencegah penyebaran dari hulunya dengan melakukan pencarian terhadap kelompok yang dianggap berisiko.
"Kelompok-kelompok inilah yang kita sasar, kemudian nantinya kita petakan sehingga mempermudah kami dalam melakukan pencegahan serta menentukan tindakan selanjutnya, pungkasnya. */adl