Tradisi "Pekandeana Ana-ana Maelu" di Hari Asyura, ​Jaga Tradisi dan Kepedulian Sosial di Negeri Buton

Dipost Tanggal : 25-06-2026
Admin Lintas21
Tradisi
Pekandeana Ana-ana Maelu (menyuapi/memberi makan anak-anak yatim),

​Baubau - Pemerintah Kota Baubau memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Kota Baubau beserta seluruh panitia atas terselenggaranya kegiatan peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah. Hari Asyura ini dirangkaikan dengan tradisi luhur masyarakat Buton, yaitu Pekandeana Ana-ana Maelu (menyuapi/memberi makan anak-anak yatim), yang dilaksanakan di Masjid Raya Jamiatus Sholihin pada Kamis (25/06/2026).

​Hadir mewakili Pemerintah Kota Baubau, Asisten Adminitrasi Umum Setda Kota Baubau, Sitti Munawar, S.STP., M.Si.

Menurut Sitti Munawar tradisi Pakandeana anaana maelu merupakan ikhtiar bersama yang bernilai ganda yakni menjaga warisan tradisi keagamaan sekaligus memperkuat fondasi sosial kemasyarakatan di Kota Baubau.

​"Atas nama Pemerintah Kota Baubau, saya menyampaikan penghargaan dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BKMT Kota Baubau dan seluruh pengurus serta panitia. Kegiatan ini adalah ikhtiar kita bersama dalam menjaga tradisi keagamaan yang diwariskan para pendahulu, sekaligus memperkuat sosial kemasyarakatan yang menjadi fondasi kehidupan warga Baubau," ujar Sitti Munawar.

Ditambahkan, bulan Muharram khususnya hari Asyura memiliki banyak keutamaan dan pelajaran penting bagi umat Islam, seperti nilai syukur, kesabaran, keteguhan iman, dan kepedulian sosial.​ Karena itu, terkait dengan Pekandeana Ana-ana Maelu pihaknya menekankan tradisi ini tidak boleh dilihat sekadar sebagai aktivitas memberikan makan semata. Ada makna filosofis yang jauh lebih mendalam di dalamnya yaitu ​Kasih Sayang dan Penghormatan dimana Bentuk nyata perhatian penuh terhadap anak-anak yatim. ​Kemudian, tanggung Jawab Bersama menjadi pengingat bahwa tumbuh kembang generasi penerus adalah tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.

​Lebih lanjut dijelaskan, era modern ini, tantangan yang dihadapi generasi muda kian kompleks. Kemajuan teknologi informasi membawa dampak positif, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan moral, sosial, dan budaya yang nyata.​Oleh karena itu, Pemkot Baubau menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter, pelestarian nilai budaya lokal, serta ketahanan keluarga. Hal ini selaras dengan tema yang diusung dalam kegiatan tersebut, yaitu membumikan semangat Asyura untuk menanamkan kepedulian, kebersamaan, dan rasa cinta terhadap generasi penerus umat.

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.