Kendari - Muhammadiyah Sultra terus bergerak mendukung kemajuan dan pembangunan daerah. Bukan hanya bergerak di bidang pendidikan, namun juga bergerak dibidang lainnya dalam pembinaan untuk masyarakat secara luas.
Hal ini diungkap Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra KH Akhmad Aljufri dalam pembukaan Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra, Jumat(18/4/2025) malam. Dalam Muspimwil itu dibuka oleh sekjen Muhammadiyah Prof Abdul Mufti yang juga sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen).
Ketua PWM Sultra, H. Akhmad Aljufri, menegaskan bahwa Muhammadiyah telah lama menjadi bagian penting dalam pembangunan Sultra, jauh sebelum era kepemimpinan saat ini. Ia juga memberikan apresiasi kepada Gubernur Andi Sumangerukka atas komitmennya dalam mendukung program Muhammadiyah secara pribadi maupun kelembagaan.
Lebih lanjut, ia memaparkan perkembangan sektor pendidikan Muhammadiyah di Sultra. Saat ini terdapat delapan perguruan tinggi Muhammadiyah di wilayah tersebut, tiga di antaranya berstatus universitas, yakni Universitas Muhammadiyah Buton, Universitas Muhammadiyah Kendari, dan Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara. Universitas Muhammadiyah Kendari bahkan sedang bersiap membuka Fakultas Kedokteran secara mandiri, dengan gedung dan fasilitas yang telah siap.
“Gedung dan perlengkapannya sudah tersedia, tinggal menunggu proses administrasi dari kementerian. Semuanya murni dari kekuatan persyarikatan Muhammadiyah,” ujarnya.
Selain itu, Akhmad Aljufri juga mengungkapkan rencana hibah dari Bupati Buton Tengah berupa sarana pendidikan dan sepuluh bidang tanah kepada Muhammadiyah. Pembangunan Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kendari dijadwalkan akan dimulai pada bulan Juni, bersamaan dengan peresmian gedung delapan lantai Universitas Muhammadiyah Kendari oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Haedar Nashir.
Pada momen yang sama, juga dilakukan penyerahan sertifikat tanah wakaf dari masyarakat kepada Ketua PWM Sultra, sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan dakwah dan sosial Muhammadiyah.