Dukung Ketahanan Pangan, Pemkot Baubau Gelar Gerakan Tanam Bersama Padi Sawah di Ngkaring-Karing

Dipost Tanggal : 30-06-2026
Admin Lintas21
Dukung Ketahanan Pangan, Pemkot Baubau Gelar Gerakan Tanam Bersama Padi Sawah di Ngkaring-Karing
Pemkot Baubau membersamai masyarakat tanam pagi

Baubau - Pemerintah Kota Baubau kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui aksi nyata. Pada Selasa (20/06/2026), Wakil Wali Kota Baubau Ir Wa Ode Hamsinah Bolu, bersama jajaran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau dan kelompok tani menggelar aksi Gerakan Tanam Bersama Padi Sawah yang dipusatkan di kawasan persawahan Ngkaring-Karing. Langkah strategis ini kian diperkuat dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Kepada sejumlah media, Wakil Wali Kota Baubau, Ir. Wa Ode Hamsinah Bolu, mengungkapkan rasa syukur atas mengalirnya bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari Kementerian Pertanian RI yang bernilai fantastis, yakni mencapai Rp1,6 miliar. "Ini adalah sesuatu yang sangat kita syukuri. Bantuan Alsintan senilai Rp1,6 miliar dari Kementerian Pertanian ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah pusat terhadap Kota Baubau dalam menjaga dan meningkatkan ketahanan pangan lokal,"ungkapnya.

Ditambahkan, keberhasilan Baubau menggaet anggaran pusat ini tidak lepas dari kerja keras dinas terkait yakni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau yang menyajikan data akurat saat melakukan audiensi langsung di kementerian"Tentu kami berterima kasih kepada teman-teman di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan yang telah mengawal saya dan Pak Wali Kota. Saat kami melakukan audiensi di Kementerian Pertanian, kami dibimbing dan didukung dengan proposal yang sesuai fakta serta data yang realistis. Hasil kajian kementerian menyatakan program kita sangat layak untuk menerima program-program strategis diantaranya benih padi berkualitas, kemudahan distribusi pupuk bagi petani, bantuan alat pertanian modern dan cetak sawah baru ,"ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan, bantuan teknologi pertanian dari Kementerian Pertanian akan langsung dimaksimalkan untuk perluasan lahan produktif. Pihaknya juga menargetkan pemanfaatan alat-alat baru tersebut untuk melakukan cetak sawah baru seluas 150 hektar (Ha). Perluasan ini merupakan bagian dari upaya daerah dalam menyukseskan program nasional swasembada pangan.

”Satu hal yang menjadi catatan prestasi membanggakan adalah peningkatan kualitas hasil panen petani lokal. Dimana jika dahulu Kota Baubau selalu bergantung pada pasokan beras luar daerah yang didatangkan melalui Dolog/Bulog, kini kondisinya telah berbalik. Ada kemajuan yang sangat signifikan. Padi hasil sawah di Ngkaring-karing sejak beberapa waktu terakhir ini kualitasnya sudah masuk standar Bulog. Dulu kita hanya menerima beras dari luar, sekarang Baubau sudah bisa menghasilkan beras sendiri dengan kualitas tinggi yang diakui dan diterima langsung oleh Bulog," pungkasnya optimis.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Ibnu Wahid, SE, MM mengatakan, Pemerintah Kota Baubau tengah memperjuangkan kejelasan status aset lahan pertanian seluas lebih dari 100 hektar yang berlokasi di kawasan Loko. Meski secara administratif dan tapal batas wilayah tersebut masih tercatat sebagai bagian dari Kabupaten Buton, seluruh aktivitas masyarakat dan administrasi kependudukan di dalamnya telah sepenuhnya terintegrasi dengan Kota Baubau.

Ibnu Wahid mengakui, sinkronisasi status hukum lahan ini mendesak untuk dilakukan demi kepastian regulasi dan peningkatan produktivitas pertanian."Kami mengusulkan hal tersebut agar dalam rapat pimpinan bersama KPK ke depan, lahan potensial di Loko yang luasnya mencapai 100 hektar lebih itu bisa resmi masuk ke dalam wilayah administrasi Kota Baubau," ujarnya saat menyampaikan laporan kepada Wakil Wali Kota Baubau.

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.