Baubau - Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau berupaya menjaga inflasi atau kenaikan harga sejumlah komoditas jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Langkah konkret mewujudkan trafik harga komoditas tidak melonjak signifikan dilakukan lewat pelaksanaan Gerakan Pasar Murah di Kantor Dinas Perindag dan beberapa kecamatan.
Dalam keterangan Persnya Kadis Perindag Kota Baubau H La Ode Hasan, SE,. M. Si menuturkan, terkait pasar murah reguler yang telah di buka oleh Waki Kota Baubau yang dilaksanakan kembali di kantor Dinas Perindag Kota Baubau, dilaksanakan oleh beberapa distributor dikota Baubau, salah satunya Bulog menyediakan beras, distributor telur, distributor bawang merah bawang putih, kemudian ada hypermart yang ikut berpartisipasi dalam rangka menghadapi kegiatan penekanan harga barang yang sebelumnya ada kenaikkan harga barang, akan tetapi saat ini sudah berangsur-angsur menurun.
Menurutnya, kegiatan GPM ini rutin dilaksanakan dan telah dilaksanakan secara bertahap di halaman Kantor Dinas Perindag Kota Baubau. Adapun komoditi yang disiapkan adalah gula pasir, bawang putih bawang merah, telur, beras premium maupun non premium.
"Alhamdulillah dengan adanya Gerakan Pasar Murah Ini, Masyarakat bisa langsung berbelanja dengan harga yang relatif terjangka,”ujarnya,
Ditambahkan, kegiatan Pasar Murah ditahun 2025 ini sudah ketiga kalinya dilaksanakan, dan kegiatan ini sudah terjadwal menjelang hari-hari besar keagamaan. Dan sekarang sudah memasuki Natal dan Tahun baru, yang memang mulai dari sekarang harus ada langkah-langkah dalam mengantisipasi gejolak kenaikan harga.
Lebih lanjut dijelaskan, pelaksanaan kegiatan Pasar murah dilaksanakan bukan hanya di satu tempat , tetapi bersama Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan akan melakukan kegiatan selanjutnya di kecamatan-kecamatan yang jangkauannya jauh, dengan tujuan agar masyarakat bisa langsung berbelanja dengan harga yang telah disubsidi.
Terkait dengan kesiapan stok untuk GPM, H Ali Hasan mengakui, sampai saat ini seperti bawang merah yang disiapkan kurang lebih sebanyak 2 ton, gula pasir 2 ton, bawang putih 1 ton, telur 2 ton, dan beras SPHP maupun medium sebanyak 10 ton persiapan. Kemudian, jika masih ada masyarakat yang membutuhkan bahan pokok,maka GPM akan dilanjutkan terus.
”Tapi untuk sekarang yang disiapkan sampai dengan tanggal 26 yang akan datang itu ada 4 barang komoditi yang disiapkan yang berdampak pada inflasi di Kota Baubau. Jadi kegiatan GPM berjalan sampai bulan Desember dalam menghadapi persiapan Natal dan tahun baru dan pelaksana GPM inj sudah terjadwal, dan masyarakat sangat Antusias terhadap Gerakan panganan murah dilaksanakan saat ini,”imbuhnya.