Kerusuhan Prancis Meluas, 1.200 Orang Ditangkap dan 150 Polisi Terluka, Apa Penyebabnya?

Dipost Tanggal : 18-10-2026
Admin Lintas21
Kerusuhan Prancis Meluas, 1.200 Orang Ditangkap dan 150 Polisi Terluka, Apa Penyebabnya?
Kerusuhan Prancis meluas. Setidaknya ada 1.200 orang ditngkap

Prancis — Pemerintah Prancis melaporkan sekitar 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi serta anggota gendarmerie terluka setelah rangkaian demonstrasi berujung kerusuhan di sejumlah kota pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Laporan media Prancis pada Minggu, 18 Oktober 2026, menyebut aksi tersebut diwarnai bentrokan antara demonstran dan aparat, disertai perusakan fasilitas umum serta penjarahan sejumlah toko.

Apa Penyebab Kerusuhan Prancis?

Demonstrasi dipicu ketidakpuasan masyarakat terhadap kenaikan biaya hidup, harga bahan bakar, ketimpangan sosial, dan kondisi layanan publik.

Sejumlah kelompok juga menyuarakan persoalan pendidikan serta kebijakan pemerintah.

Aksi tersebut melibatkan pelajar, mahasiswa, serikat pekerja, dan pendukung gerakan rompi kuning yang kembali menyampaikan tuntutan sosial di tengah tekanan ekonomi

Meski sebagian peserta menyampaikan aspirasi secara damai, situasi di beberapa lokasi berubah tegang ketika kelompok tertentu terlibat bentrokan dengan aparat.

 

Bentrokan Terjadi di Sejumlah Kot

Menurut laporan media lokal seperti Le Monde, kerusuhan tidak hanya terjadi di Paris, tetapi juga dilaporkan di sejumlah kota lain, termasuk Lyon, Marseille, dan Bordeaux.

Di beberapa lokasi, aparat menggunakan gas air mata untuk membubarkan kelompok yang melempar benda ke arah petugas. Perusakan fasilitas umum dan penjarahan toko turut dilaporkan selama rangkaian aksi.

Perdana Menteri Kecam Kekerasan

Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu mengecam aksi perusakan dan penjarahan yang terjadi selama demonstrasi.

Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi secara damai harus dibedakan dari tindakan kekerasan.

Dalam pernyataan yang dikutip media Prancis, Lecornu menyampaikan, “Demonstrasi damai memiliki tempat yang semestinya di republik kita. Pembakaran, penjarahan, dan serangan sama sekali tidak memiliki tempat.”

Lecornu juga menyoroti intensitas kekerasan yang terjadi dan menyatakan bahwa dampak yang lebih besar berhasil dihindari, meskipun sekitar 150 polisi dan anggota gendarmerie dilaporkan terluka.

“Kami akan bersatu menghadapi para penyebar kekacauan yang hanya ingin meruntuhkan institusi kita dan menghalangi orang-orang yang menyampaikan tuntutannya secara damai,” ujarnya, sebagaimana dilaporkan media Prancis pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Pemerintah menegaskan bahwa pelaku perusakan akan diproses secara hukum. Aparat juga diminta menjaga keamanan masyarakat dan melindungi fasilitas umum selama aksi berlangsung.

 

***

Gambar Lainnya
Baca Artikel Lainnya :
Artikel Terbaru

Jumlah Pengunjung

Copyright © 2021. Lintas21.com ~ Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang.