Kendari, Lintas21.com - Penjabat Wali Kota Kendari Amawa Tosepu mengingatkan warga Kota Kendari agar meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran COVID-19 yang mulai kembali menyebar di Indonesia.
"Alhamdulillah saat ini di Kota Kendari belum ditemukan adanya kasus Covid-19, tetapi kami akan terus memberikan sosialisasi dan imbauan kepada warga agar tetap menjaga diri terhadap penyebaran Covid-19," ucap Asmawa Tosepu baru-baru ini.
Dirinya meminta, seluruh warga Kota Kendari untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, emnjaga pola hidup sehat untuk memperkuat kekebalan tubuh, dan selalu menggunakan masker di tempat-tempat publik ataupun di titik-titik keramaian.
"Tetap menggunakan masker, terutama ditempat-tempat umum atau keramaian yang dianggap perlu menggunakan masker," ujarnya.
Kata dia, pihaknya telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan pencegahan penyebaran COVID-19 baik di perayaan Natal maupun menjelang tahun baru.
"Hal ini penting untuk tetap waspada dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mencegah penyebaran Covid-19," tuturnya.
"Bagi warga yang merasa mendapati gejala COVID-19 untuk segera melaporkan ke fasilitas layanan kesehatan terdekat, baik di Puskesmas ataupun di rumah sakit, sehiingga jika ditemukan gejala COVID-19, maka akan langsung ditindaklanjuti," imbuhnya.
Sementara, secara nasional, Menkes Budi Gunadi menyebut angka peningkatan kasus Covid-19 di tanah air terbilang masih terkendali.
Dia menyebut, jumlah kasus aktif ini masih di bawah level satu pandemi virus corona yang ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Level satu pandemi menurut WHO yakni 56.000 kasus aktif per minggu.
Budi juga menyebut, tingkat keparahan pasien Covid-19 minim, terbukti dari rendahnya bed occupancy rate (BOR) atau persentase pemakaian tempat tidur di rumah sakit akibat kasus Covid-19.
Menurut data terbaru Kemenkes, ada 9 kasus kematian akibat Covid-19, yang seluruhnya merupakan pasien dengan komorbid atau penyakit penyerta seperti serangan jantung atau stroke.
“Jadi saya rasa sih masih dalam kondisi yang tidak terlalu mengkhawatirkan,” kata Budi, Selasa (26/12).
Penelusuran Kemenkes terhadap 77 sampel kasus Covid-19 pada minggu kedua bulan Desember 2023. Hasilnya, dari 77 sampel, ada 43 persen kasus subvarian JN.1.
Kemudian, ada 16 persen subvarian XBB 1.16, kemudian sebanyak 12 persen lainnya merupakan kasus Covid-19 subvarian XBB 1.9.1.